Walah…. Renovasi Gedung DPRD Makassar Bermasalah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Walah…. Renovasi Gedung DPRD Makassar Bermasalah

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Pekerjaan renovasi gedung DPRD Makassar, di antaranya plafon dan partisi dipastikan bermasalah. Terbukti rekanan menarik bahan material yang digunakan. Penarikan bahan material tersebut dilakukan dengan alasan belum ada pembayaran atas bahan yang digunakan.

Penanggung jawab pengerajaan plafon dan partisi gedung DPRD Makassar menjelaskan sudah menghabiskan anggaran Rp300 juta untuk pemasangan plafon dan partisi.

Namun hingga saat ini belum ada pembayaran sama sekali dari kontraktor pelaksana proyek sehingga malakukan penarikan material senilai Rp400 juta.

“Bahan yang sudah terpasang anggarannya Rp300 juta, sementara yang kita tarik mencapai Rp400 juta,” ujarnya di gedung DPRD Makassar, Selasa 1 Desember.

Dia menegaskan hanya meminta kontraktor membayar material yang terpasang saja senilai Rp300 juta. Beberapa bahan material bangunan yang ditarik, di antaranya metal stat 300 batang, multiplek 12ml 200 lembar dan gibsun 140 buah.

Sebaliknya kontraktor renovasi gedung DPRD Makassar, PT Aiyangga Nusantara membantah ada penarikan material tersebut. Menurut dia, material yang tarik tersebut karena kelebihan material yang digunakan di dalam pelaksanaan proyek tersebut, untuk disimpan kantor mereka.

Sebelumnya para buruh bangunan juga mengaku gaji mereka tidak terbayarkan sehingga harus memakan daun pepaya untuk bertahan hidup. (*/

FAJARONLINE.COM, MAKASSAR – Pekerjaan renovasi gedung DPRD Makassar, di antaranya plafon dan partisi dipastikan bermasalah. Terbukti rekanan menarik bahan material yang digunakan. Penarikan bahan material tersebut dilakukan dengan alasan belum ada pembayaran atas bahan yang digunakan.

Penanggung jawab pengerajaan plafon dan partisi gedung DPRD Makassar menjelaskan sudah menghabiskan anggaran Rp300 juta untuk pemasangan plafon dan partisi.

Namun hingga saat ini belum ada pembayaran sama sekali dari kontraktor pelaksana proyek sehingga malakukan penarikan material senilai Rp400 juta.

“Bahan yang sudah terpasang anggarannya Rp300 juta, sementara yang kita tarik mencapai Rp400 juta,” ujarnya di gedung DPRD Makassar, Selasa 1 Desember.

Dia menegaskan hanya meminta kontraktor membayar material yang terpasang saja senilai Rp300 juta. Beberapa bahan material bangunan yang ditarik, di antaranya metal stat 300 batang, multiplek 12ml 200 lembar dan gibsun 140 buah.

Sebaliknya kontraktor renovasi gedung DPRD Makassar, PT Aiyangga Nusantara membantah ada penarikan material tersebut. Menurut dia, material yang tarik tersebut karena kelebihan material yang digunakan di dalam pelaksanaan proyek tersebut, untuk disimpan kantor mereka.

Sebelumnya para buruh bangunan juga mengaku gaji mereka tidak terbayarkan sehingga harus memakan daun pepaya untuk bertahan hidup. (*/FAJARONLINE) 

loading...
Click to comment
To Top