Skandal Papa Minta Saham, JK Sindir Setya Novanto – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Skandal Papa Minta Saham, JK Sindir Setya Novanto

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Presiden Jusuf Kalla terang-terangan menyatakan dukungan pada langkah Menteri ESDM, Sudirman Said, yang telah berani melaporkan Ketua DPR Setya Novanto dalam kasus ‘Papa Minta Saham’.

Berpidato dalam pembukaan acara Konfrensi Nasional Pemberantasan Korupsi (KNPK) di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (3/11), Wapres yang akrab disapa JK itu bahkan blak-blakan mengatakan, bahwa perilaku Setya Novanto merupakan bagian dari skandal.

”Apa yang kita lihat contoh semalam, adalah skandal terbesar sejarah selama ini. Sekarang wapres berani dilibatkan, begitu juga dengan jabatan-jabatan tinggi negara lainnya. Belum 12 jam terjadi di sini (Sidang MKD), maka masih panas pikiran kita,” kata JK.

[baca juga: Skandal Papa Minta Saham, Begini Komentar Anggota MKD, Pakar dan Bos Freeport]

[baca juga: Jangan Hanya Papa Novanto, Sudirman Said Juga Harus Diproses]

[baca juga: Bakal Dipanggil MKD, JK: Kami Tidak Terlibat…]

Rekaman yang dibuka saat sidang MKD, kata JK hanya sebuah fenomena gunung es. Karena masih banyak kasus sejenis yang mungkin masih tidak terungkap. Ia menyebut bahwa virus korupsi sudah menjalar mulai dari legislatif, eksekutif hingga legislatif.

Selama 13 tahun sejak penegakan hukum korupsi, JK mengatakan bahwa sudah ada 9 menteri, 19 gubernur, dua Gubernur BI dan 44 Anggota DPR yang masuk penjara karena kasus korupsi. ”Tidak pernah ada di negara lain seperti ini,” katanya.

JK kemudian mengeluarkan sindiran, bahwa saat ini Indonesia hanya punya dua pimpinan legislatif saja. Jabatan Ketua DPR yang dipegang Setya Novanto, disebut JK sudah hilang. ”Sekarang yang hadir tinggal dua ketua, MPR dan DPD, yang satu (Ketua DPR) sudah hilang,” sindir JK.

[baca juga: Rekaman Itu Inisiatif Bos Freeport]

[baca juga: TERUNGKAP! Rekaman Bos Freeport ‘Jebakan’ untuk Papa Novanto]

[baca juga: Sudirman Said Mentahkan Pernyataan Luhut]

Ia pun menyerahkan sepenuhnya kasus tersebut kepada MKD. Mengenai pelanggaran etik yang berujung pada proses hukum, sepenuhnya diserahkan kepada para penegak hukum “Tergantung pembicaraan di dalam. Tentu akan berimplikasi kepada hukum apabila ada bukti-bukti hukum,” tandasnya.

Dalam acara ini tidak terlihat hadir sosok Ketua DPR Setya Novanto. Wapres JK hanya ditemani Zulkifli Hasan dan Irman Gusman saat membuka acara. Sementara Wakil Ketua DPR Fahri Hamzah baru tiba setelah JK keluar dari ruang acara. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top