Aktifis Anti Korupsi se-Indonesia Gelar Kemah Akbar di Malino – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Aktifis Anti Korupsi se-Indonesia Gelar Kemah Akbar di Malino

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Sebagai rangkaian memperingati Hari Anti Korupsi, Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia akan menggelar kegiatan Kemah Akbar  Aktifis Anti KorupsiII, di Malino, Sulsel, pada tanggal 18-22 Desember mendatang. Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyambutan kembali Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW), yang telah menyelesaikan masa tugasnya di KPK.  Kedua  Pimpinan KPK tersebut sebelum mengabdi di KPK lebih banyak menghabiskan waktunya berjuang mendampingi masyarakat melalui lembaga non pemerintah.

Kemah Akbar akan dihadiri ratusan aktifis anti korupsi dari berbagai daerah se-Indonesia. Seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparansi Indonesia Internasional (TII), Perludem, Yappika, Kemitraan Jakarta, The Asia Foundation (TAF) dan lain sebagainya Pelaksanaan Kemah Akbar ini merupakan agenda tahunan dari KOPEL  sebagai lembaga yang konsen menyuarakan dan mengawal pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan anti korupsi.

Kehadiran para aktifis anti korupsi tersebut, dimaksudkan untuk membangun jaringan soliditas aktivis anti korupsi dalam mengawal pola gerakan advokasi pemberantasan tindak pidana korupsi yang lebih sistematis dan berbasis data. Selain itu, diharapkan bisa melahirkan forum bersama yang bersinergi dengan masyarakat sipil, media  serta Perguruan Tinggi dalam  membangun gerakan anti korupsi, termasuk menyusun rencana aksi bersama sebagai bentuk evaluasi terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Direktur KOPEL Indonesia, Syamsuddin Alimsyah, menilai  kinerja penegakan hukum di  era Pemerintahan Jokowi dan JK sangat jauh dari harapan untuk tidak menyebut buruk. Bahkan oleh sebagian kalangan  menganggap inilah era di mana para koruptor bisa kembali bernapas lega setelah berhasil dalam permainan desain secara sistematis melemahkan institusi penegak hukum khususnya KPK.

“Kriminalisasi bukan lagi ancaman semata, namun nyata dan benar adanya.  Dua Pimpinan  KPK  Abraham Samad dan Bambang Widjojanto adalah  bukti nyata bagi publik. Bahkan Novel  Baswedan salah satu penyidik terbaik KPK sudah masuk tahanan dengan tuduhan kasus yang sudah sepuluh tahun lalu,” papar Syamsuddin.

Olehnya itu, menurut Syam demikian biasa di sapa menjelaskan kegiatan Kemah Anti Korupsi  bertujuan melakukan konsolidasi gerakan bersama di kalangan aktifis anti korupsi. Menghadapi kasus korupsi yang demikian massif dan kronis saat ini, maka membutuhkan kebersamaan dalam melawan dan melakukan advokasi agar  gerakannya lebih efektif. “Tipologi korupsi sekarang semakin luas, caranyapun semakin canggih. Celkanya ancaman bagi para penggiat juga semakin kuat, sehingga perlu segera melakukan konsolidasi pula ,” ‘ujar  Syam.

[NEXT-FAJAR]

Gerakan bersama yang dimaksud, menurut Syam bukan sekadar mengkonsolidasikan para aktifis anti korupsi, namun juga lebih banyak melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat sipil, media  dan Perguruan Tinggi.  „“Kita juga ingin di kalangan mahasiswa, bisa terkonsolidasi membentuk forum mahasiswa anti korupsi,‘‘ tambahnya, kemah anti korupsi tersebut melibatkan  perwakilan dari Jaringan Klinik Anti-Korupsi dari berbagai Perguruan Tinggi se-Indonesia, NGO Anti-korupsi  baik lokal dan  nasional, para Dosen dari berbagai perguruan tinggi yang selama ini aktif dalam kegiatan anti-korupsi, Jaringan Media, Lembaga Donor yang konsen terhadap isu anti-korupsi, serta unsur Parlemen Group  yang terdiri dari kelompok tani dan nelayan.

[baca juga: Luhut Ceramah Soal Pemberantasan Korupsi di Senayan, Katanya Begini…]

[baca juga: Soal Revisi UU KPK, Jokowi dan Luhut Tak Kompak]

[baca juga: Akhirnya, Komisi III Sepakat Uji Capim KPK]

Sebagai penyelenggaran kegiatan,  KOPEL bekerjasana dengan Fakultas Hukum Unhas. Sedang beberapa narasumber yang menyatakan kesediaan untuk hadir adalah Prof. Dr. Aswanto, SH, M.Si, DFM, Mahkamah Konstitusi, Dr. Abraham Samad, SH, MH, dan Dr. Bambang Widjojanto, SH, LLM, .  Dari  unsur Pemerintah akan hadir  dari  Kemendes PDT dan Transmigrasi.

Selain itu, KOPEL juga  dalam kegiatan ini akan merilis beberapa  hasil kajian yang telah dilakukan selama ini, seperti   Kinerja  Peradilan Tipikor Tahun 2015 di Sulsel,   Kajian Prilaku  Etik dan Korupsi Anggota DPRD se Indonesia tahun 2015, Kajian Kinerja Keuangan Daerah se Indonesia tahun 2015 dan Hasil pemantauan Pilkada Kabupaten Bulukumba. (rls/hrm)

Click to comment
To Top