Alquran akan Diterjemahkan dalam Bahasa Bugis dan Makassar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Alquran akan Diterjemahkan dalam Bahasa Bugis dan Makassar

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kementerian Agama (Kemenag) memperkaya Alquran terjemahan di Nusantara. Jika selama ini kebanyakan Alquran terjemahan menggunakan bahasa Indonesia, kali ini Kemenag menghadirkan terjemahan bahasa daerah. Untuk sementara, ada terjemahan tiga bahasa daerah. Rencananya, terjemahan Alquran ke bahasa daerah itu dikembangkan terus.

Alquran dengan terjemahan bahasa daerah yang sudah rampung dan diluncurkan kemarin (3/12) meliputi terjemahan bahasa Jawa Banyumasan, Minang, dan Dayak Kanayan. Selanjutnya, bakal menyusul terjemahan bahasa Sasak dari Lombok, Makassar, Kaili dari Sulawesi Tengah, Batak Angkola, Toraja, dan Bolaang Mongondow. ”Ada beberapa yang masih proses pengerjaan, seperti Alquran terjemahan bahasa Batak,” tutur Kabalitbang-Diklat Kemenag Abd. Rahman Mas’ud.

Dia menjelaskan, ada beberapa alasan sehingga Kemenag menerbitkan Alquran terjemahan dalam beragam versi bahasa daerah itu. Di antaranya, Kemenag ingin menekankan dan menyebarluaskan fungsi Alquran sebagai hudan lin nas (petunjuk bagi manusia).

Selain itu, Mas’ud menuturkan, masih banyak warga yang kurang marem ketika membaca terjemahan Alquran versi bahasa Indonesia. ”Seperti kita, orang Indonesia, kurang marem kalau sarapan belum pakai nasi,” jelas dia. Melalui Alquran terjemahan dalam beragam versi bahasa daerah itu, Mas’ud juga ingin semakin membumikan Islam di Nusantara.

Dia menambahkan, Alquran terjemahan tersebut dikerjakan di daerah-daerah. Dalam satu tim, ada sekitar lima orang yang terlibat. Mereka berasal dari beberapa unsur. Antara lain, unsur Balitbang-Diklat Kemenag, ahli bahasa Arab dari perguruan tinggi, dan ahli bahasa daerah setempat.

“Pengerjaan butuh waktu lama. Program itu mulai digarap sekitar enam tahun lalu,” jelasnya. Dalam pengerjaannya, tim penyusun tidak jarang menemukan kata-kata atau istilah bahasa Arab yang tidak memiliki padanan dalam bahasa daerah. Namun, masalah itu bisa dipecahkan dari kajian mendalam ahli bahasa Arab dan bahasa daerah. [NEXT-FAJAR]

Selain Alquran terjemahan versi bahasa daerah, Balitbang-Diklat Kemenag kemarin juga meluncurkan Kamus Istilah Keagamaan (KIK). Mas’ud menjelaskan, kamus yang sudah disusun itu memiliki koleksi 9.000 kosakata. ”Kosakatanya tidak hanya dari Islam, tetapi juga dari agama-agama lain,” tuturnya.

Menag Lukman Hakim Saifuddin menyambut baik penerbitan Alquran terjemahan versi bahasa daerah dan KIK itu. Khusus Alquran terjemahan, Lukman menyebutnya sebagai wujud pelayanan terhadap umat. Khususnya bagi masyarakat yang belum menguasai baca dan tulis bahasa Indonesia. Sementara itu, KIK bisa digunakan sebagai rujukan bagi penyusunan buku-buku pelajaran agama Islam atau buku agama lain.

“Dengan kamus ini, kami berharap bisa menekan atau mengeliminasi kesalahpahaman antar pemeluk agama yang berbeda,” kata dia. (wan/c11/agm/FAJARONLINE)

loading...
Click to comment
To Top