Beredar Transkrip Percakapan Incumbent dengan Pelaku Money Politics – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Beredar Transkrip Percakapan Incumbent dengan Pelaku Money Politics

BONTANG, FAJAR — Pelaku money politics yang diamankan tim pasangan nomor urut 2 beberapa hari lalu ternyata berkomunikasi dengan incumbent, pasangan Adi Dharma-Isro Umarghani.   Dalam transkrip percakapan tersebut, terungkap mereka memang menjalin hubungan. Para pelaku bekerja berdasarkan instruksi.

Seperti diketahui, para pelaku money politics ini diamankan saat beraksi di Loktuan,Kecamatan Bontang Utara, Sabtu 30 November 2015.  Mereka diamankan bersama barang bukti berupa uang puluhan juta dan selebaran kampanye hitam. Mereka diamankan satgas anti money politics dan black campaign yang memang intens melakukan patrol bentukan pasangan Bunda Neni-Basri Rase.

(Baca: Bekerja untuk Adi-Isro, Pelaku Money Politik Diamankan oleh Tim Nebas)

(Baca juga: Geram Dituding Kontraktor Hitam, PHM Cari Bos CPI dan PT LSI) 

(Baca: Panwaslu Bontang: Unsur Pidana Black Campaign dan Money Politics Sangat jelas) 

Dari lima orang yang diamankan, salah seorang di antaranya adalah Sasmoko, salah seorang supervisor di Citra Publik Indonesia (CPI), konsultan politik yang merupakan anak perusahaan PT Lingkaran Survei Indonesia. CPI merupakan konsultan politik yang bekerja untuk incumbent, Adi Darma-Isro Umarghani.

 

[NEXT-FAJAR]

Percakapan yang beredar tersebut antara Sasmoko dengan incumbent, Isro Umarghani. Juga ada percakapan dengan beberapa orang dekat incumbent. Termasuk yang memiliki hubungan intim dengan incumbent.

Sementara itu, ketua harian tim pemenangan Adi Darma-Isro Umarghani, Sudarsono menegaskan, pihaknya tak pernah menginstruksikan anggotanya atau pihak lain melakukan black campaign (kampanye hitam) dan money politic (politik uang).

(Baca: Warga Bontang Tolak Pemimpin Pembohong, Korup, dan Nepotisme)
(Baca: Bontang Butuh pemimpin Peduli)
(Baca: Besar Peluang Menang, Golkar hanya Dukung Neni-Basri)

Di sisi lain, dia tak menampik bahwa tak tertutup kemungkinan ada oknum dari tim Adi-Isro yang melakukan hal tersebut. “Tim yang terbentuk sekarang sangat besar. Jadi ya mungkin saja ada oknum tim yang bergerak di luar dari perintah dan komando kami. Bisa saja, ini politik. Tapi kami tetap positive thinking saja, tidak emosional. Maka dari itu, segala yang dilaporkan silakan diproses dan dibuktikan, kami siap,” tutur ketua Nasdem Bontang ini, seperti dilansir Procal.co, Jumat 4 Desember.  (ysd)

 

loading...
Click to comment
To Top