ISIS Tebar Ancaman Terhadap Enam Petinggi Polri – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

ISIS Tebar Ancaman Terhadap Enam Petinggi Polri

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Indonesia Police Watch (IPW) mengingatkan kepolisian agar meningkatkan kewaspadaan dari ancaman kelompok radikal. Pasalnya, ada enam perwira Mabes Polri yang diancam gerakan radikal Islamic State of Iraq and Syria (ISIS).

“Tak heran jika kemudian enam perwira tinggi Polri saat ini diancam akan mendapat serangan teror,” kata Ketua Presidium IPW Neta S Pane, Jumat (4/12).

Ancaman itu disampaikan ISIS belum lama ini dari Suriah. Intelijen Amerika Serikat dan Australia secara resmi sudah mengingatkan para perwira itu agar mewaspadai ancaman kelompok pimpinan Abu Bakar al Baghdadi tersebut. Neta menjelaskan, para perwira yang diancam itu dua di antaranya perwira tinggi di Mabes Polri, dua kapolda, satu jenderal purnawirawan, dan satu kombes.

Mereka diancam karena dianggap sebagai pihak yang bertanggung jawab dalam melakukan penangkapan terhadap kelompok-kelompok radikal di Indonesia. Polri sendiri tampaknya sudah mengantisipasi ancaman ini dengan memperketat sistem pengamanan di berbagai fasilitas Polri.

“Seperti pengamanan di Mabes Polri di mana petugas jaga dilengkapi senjata laras panjang dan beberapa perwira tinggi dalam beraktivitas menggunakan mobil antipeluru,” kata Neta.

Menurut Neta, ancaman ISIS ini tidak hanya disampaikan kepada perwira Indonesia tapi juga ke perwira sejumlah negara lain yang dianggap menjadi musuh ISIS. Tak heran jika dalam Pameran Militer dan Polisi (Milipol) Internasional di Paris pada 17-20 Nov lalu, IPW melihat berbagai peralatan intelijen berteknologi tinggi dan peralatan untuk mengantisipasi serangan teroris menjadi primadona dan tampil sangat menonjol.

[baca juga: Ada Ancaman Teroris di Istana, Begini Komentar Kapolri]

Serangan teror beruntun di satu kota,  seperti di Paris memang menjadi perhatian masyarakat internasional saat ini. Tentunya diharapkan hal itu tidak akan pernah terjadi di Indonesia, meski Indonesia pernah beberapa kali mendapat serangan teror bom, di antaranya serangan bom beruntun terhadap sejumlah gereja di sejumlah kota pada malam Natal.

Untuk itu IPW berharap, menjelang akhir tahun 2015 ini Polri perlu meningkatkan kewaspadaan. Polri jangan ragu-ragu dan mampu bertindak tegas terhadap gerakan-gerakan yang mengarah kepada aksi terorisme. “Apalagi saat ini sudah ada sekitar 1.000 orang Indonesia yang pernahbergabung dengan ISIS sudah kembali ke tanah air, Polri perlu bekerja ekstra mencermati gerakan mereka,” pungkasnya. (boy/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top