Kopel ‎ Kumpulkan Penggiat Anti Korupsi di Malino – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Kopel ‎ Kumpulkan Penggiat Anti Korupsi di Malino

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR — Komite Pemantau Legislatif (KOPEL) Indonesia akan menggelar kegiatan Kemah Akbar di Malino, Gowa pada 18-22 Desember yang akan datang untuk para penggiat ‎anti korupsi II.

‎Kegiatan ini juga dirangkaikan dengan penyambutan kembali Abraham Samad (AS) dan Bambang Widjojanto (BW), yang telah menyelesaikan masa tugasnya di KPK.  Kedua  Pimpinan KPK tersebut sebelum mengabdi di KPK lebih banyak menghabiskan waktunya berjuang mendampingi masyarakat melalui lembaga non pemerintah.

Kemah Akbar akan dihadiri ratusan aktivis anti korupsi dari berbagai daerah se Indonesia. Seperti Indonesia Corruption Watch (ICW), Transparansi Indonesia Internasional (TII), Perludem, Yappika, Kemitraan Jakarta, The Asia Foundation (TAF) dan lain sebagainya Pelaksanaan Kemah Akbar ini merupakan agenda tahunan dari KOPEL  sebagai lembaga yang konsen menyuarakan dan mengawal pelaksanaan pemerintahan yang bersih dan anti korupsi.

Direktur KOPEL Indonesia, Syamsuddin Alimsyah dalam rilisnya, Jumat 4 Desember mangatakan
kehadiran para aktivis anti korupsi tersebut untuk membangun jaringan soliditas aktivis anti korupsi dalam mengawal pola gerakan advokasi, agar pemberantasan tindak pidana korupsi yang lebih sistematis dan berbasis data.

Selain itu, diharapkan bisa melahirkan forum bersama yang bersinergi dengan masyarakat sipil, media  serta Perguruan Tinggi dalam  membangun gerakan anti korupsi, termasuk menyusun rencana aksi bersama sebagai bentuk evaluasi terhadap penegakan hukum di Indonesia.

Menurutnya, menilai  kinerja penegakan hukum di  era Pemerintahan Jokowi dan JK sangat jauh dari harapan untuk tidak menyebut buruk. Bahkan oleh sebagian kalangan  menganggap inilah era di mana para koruptor bisa kembali bernapas lega setelah berhasil dalam permainan desain secara sistematis melemahkan institusi penegak hukum khususnya KPK.

“Kriminalisasi bukan lagi ancaman semata, namun nyata dan benar adanya.  Dua Pimpinan  KPK  Abraham Samad dan Bambang Widjojanto adalah  bukti nyata bagi publik. Bahkan Novel  Baswedan salah satu penyidik terbaik KPK sudah masuk tahanan dengan tuduhan kasus yang sudah sepuluh tahun lalu,” jelasnya.

Olehnya itu, lanjut Syam,  kegiatan kemah anti korupsi  bertujuan melakukan konsolidasi gerakan bersama di kalangan aktivis anti korupsi. Menghadapi kasus korupsi yang demikian massif dan kronis saat ini, maka membutuhkan kebersamaan dalam melawan dan melakukan advokasi agar  gerakannya lebih efektif.

“Tipologi korupsi sekarang semakin luas, caranyapun semakin canggih. Celakanya ancaman bagi para penggiat juga semakin kuat, sehingga perlu segera melakukan konsolidasi pula ,” tambah Syam.

Gerakan bersama yang dimaksud, menurut Syam bukan sekadar mengkonsolidasikan para aktivis anti korupsi, namun juga lebih banyak melibatkan berbagai pihak termasuk masyarakat sipil, media  dan Perguruan Tinggi.

Sebagai penyelenggaran kegiatan,  KOPEL bekerjasama dengan Fakultas Hukum Unhas. Sedang beberapa narasumber yang menyatakan kesediaan untuk hadir adalah Prof. Dr. Aswanto, SH, M.Si, DFM, Mahkamah Konstitusi,   Dr. Abraham Samad, SH, MH, dan Dr. Bambang Widjojanto, SH, LLM.

Dari  unsur Pemerintah akan hadir  dari  Kemendes PDT & Transmigrasi. Selain itu, KOPEL juga  dalam kegiatan ini akan merilis beberapa  hasil kajian yang telah dilakukan selama ini, seperti   Kinerja  Peradilan Tipikor  Tahun 2015 di Sulsel,   Kajian Prilaku  Etik dan Korupsi Anggota DPRD se Indonesia tahun 2015,  Kajian Kinerja Keuangan  Daerah se Indonesia tahun 2015 dan Hasil pemantauan Pilkada Kabupaten Bulukumba. (lin)

loading...
Click to comment
To Top