Panwaslu: Unsur Pidana Black Campaign dan Money Politics Sangat Jelas – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Panwaslu: Unsur Pidana Black Campaign dan Money Politics Sangat Jelas

BONTANG, FAJAR.CO,ID – Ketua Panwaslu Kota Bontang, Agus S memastikan unsur pidana pada kasus kampanye hitam yang menghasut dan memprovokasi pada Sasmoko dkk sangat jelas. Demikian pula dengan unsure dugaan tindak pidana money politics.

“Itu tentu sudah sangat sulit terbantahkan. Unsurnya sangat jelas yah menurut kami. Tapi kami pada menyerahkan seluruh kesimpulan pada Tim Gakumdu nanti,” kata Agus kepada FAJAR.CO.ID, baru-baru ini.

(Baca: Bekerja untuk Adi-Isro, Pelaku Money Politik Diamankan oleh Tim Nebas)

(Baca juga: Geram Dituding Kontraktor Hitam, PHM Cari Bos CPI dan PT LSI) 

Seperti diketahui, pasangan nomor urut 1, Adi Darma-Isro Umarghani mulai melancarkan serangan politik uang.‎ Ironisnya, mereka ditengarai memanfaatkan tenaga surveyor yang bekerja atas nama Citra Publik Indonesia (CPI) yang selama ini mereka kontrak sebagai konsultan politik.

Sialnya, Tim pasangan nomor urut 2, Bunda Neni-Basri Rase berhasil mengamankan mereka sebelum beraksi. Uang Rp30 juta berhasil diamankan dari tangan para pelaku.

[NEXT-FAJAR]

Mereka yang berhasil diamankan adalah Tino Aditia Angga Kusuma, Efendi Jaya Hambali, Sasmoko, Andri Purnama, dan Eko Wahyudi,  Senin (30/11) sekira pukul 23.00 Wita,

Dari mereka terungkap bahwa mereka terdiri dari banyak Tim yang bekerja secara serempak di banyak titik di Bontang. Saat ini, mereka sudah diamankan di Panwaslu Kota Bontang. Pasca penangkapan di Daerah Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, mereka kemudian diamankan dan dibawa ke Kantor Panwaslu Bontang.

(Baca: Warga Bontang Tolak Pemimpin Pembohong, Korup, dan Nepotisme)
(Baca: Bontang Butuh pemimpin Peduli)
(Baca: Besar Peluang Menang, Golkar hanya Dukung Neni-Basri)

Ketua Panwaslu Bontang, Agus S membenarkan ada lima orang yang diduga sebagai pelaku kampanye hitam dan politik uang. Agus membenarkan para pelaku mengaku orang dari CPI. Sasmoko mengaku sebagai supervisor CPI, Tino Aditia Angga mengaku sebagai bendahara, swrta Effendi Jaya hambali sebagai relawan. Agus menyebut dua nama lain sebagai sopir. (ysd)

loading...
Click to comment
To Top