Panwaslu: CPI Memang Lembaga Konsultan Pemenangan Pilkada – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Panwaslu: CPI Memang Lembaga Konsultan Pemenangan Pilkada

JAKARTA, FAJAR.CO.ID — Panitia Pengawas Pemilu Kota Bontang dibuat menunggu berjam-jam di Kantor Lingkar Survey Indonesia (LSI) yang juga menjadi kantor Citra Publik Indonesia (CPI), Jumat 5 Desember 2015.

“Sejak jam 12 siang saya bersama perwkilan Sentra Gakumdu Polkada Bontang, IPTU Nanang Budi, menunggu dengan ketidakpastian. Kami mendapat sambutan yang kurang menyenangkan dari pihak LSI,” kata anggota panwaslu Bontang, Azis Maidy.

Azid mendatangi kantor LSI di Graha Dua Rajawali, Jl.Pemuda No.70 Rawamangun Jakarta Timur, untuk klarifikasi penangkapan anggota CPI atas tindak pidana money politics dan black campaign di Bontang.

Panwaslu tidak berhasil menemui Hanggoro Direktur CPI. “Kami ditemui Fitri, peneliti. Katanya  bila ingin ketemu pak Hanggoro Direktur CPI silahkan melalui kuasa hukumnya,” kata Azis.

Meski demikian, Panwaslu berhasil mengetahui bahwa LSI adalah holding dari CPI. Juga mengetahui bahwa CPI adalah konsultan pemenangan pilkada yang tidak bergerak di tataran survei saja.

Seperti diketahui sebelumnya, jelang pemilihan, Pasangan nomor urut 1, Adi Darma-Isro Umarghani mulai melancarkan serangan politik uang.‎ Ironisnya, mereka ditengarai memanfaatkan tenaga surveyor yang bekerja atas nama Citra Publik Indonesia (CPI) yang selama ini mereka kontrak sebagai konsultan politik.

[NEXT-FAJAR]
Sialnya, Tim pasangan nomor urut 2, Bunda Neni-Basri Rase berhasil mengamankan mereka sebelum beraksi. Uang Rp30 juta berhasil diamankan dari tangan para pelaku.

Mereka yang berhasil diamankan adalah Tino Aditia Angga Kusuma, Efendi Jaya Hambali, Sasmoko, Andri Purnama, dan Eko Wahyudi.

Dari mereka terungkap bahwa mereka terdiri dari banyak Tim yang bekerja secara serempak di banyak titik di Bontang. Saat ini, mereka sudah diamankan di Panwaslu Kota Bontang. Pasca penangkapan di Daerah Loktuan, Kecamatan Bontang Utara, mereka kemudian diamankan dan dibawa ke Kantor Panwaslu Bontang.

Ketua Panwaslu Bontang, Agus S membenarkan ada lima orang yang diduga sebagai pelaku kampanye hitam dan politik uang. “Kami sudah periksa dan proses laporannya. Sementara ini kami belum bisa memberikan kesimpulan. Masih akan dikaji lebih dalam,” kata Agus.

Agus membenarkan para pelaku mengaku orang dari CPI. Sasmoko mengaku sebagai supervisor CPI, Tino Aditia Angga mengaku sebagai bendahara, swrta Effendi Jaya hambali sebagai relawan. Agus menyebut dua nama lain sebagai sopir. (ysd)

Click to comment
To Top