Partai Buruh Inggris dapat Kursi di Parlemen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Partai Buruh Inggris dapat Kursi di Parlemen

FAJAR.CO ID, LONDON – Partai Buruh Inggris yang menjadi pihak oposisi mendapatkan sebuah kursi parlementer di Inggris utara dengan naiknya perolehan suara pada Kamis (3/12), sebuah kelegaan bagi pemimpin baru partai itu, Jeremy Corbyn, dalam uji pemilu pertamanya.

Corbyn yang menganut politik sayap kiri tersebut telah membagi Partai Buruh sejak pemilihan dirinya sebagai pemimpin kurang dari tiga bulan lalu, mendorong timbulnya konflik internal yang mengancam memecahkan partai.

Partai Buruh memenangi perolehan suara di Oldham West dan Royton, yang dipicu oleh kematian anggota parlemen incumbent dengan memperoleh 17.322 suara. Lawan utamanya, Partai Kemerdekaan Inggris anti Uni Eropa (UKIP) berada di urutan kedua dengan perolehan 6.487 suara.

“Hasil tersebut benar-benar mengejutkan,” ujar anggota parlemen yang baru terpilih dari Partai Buruh, Jim McMahon, yang memfokuskan kampanyenya pada masa kepemimpinannya dalam dewan lokal selama empat tahun, seperti dimuat Reuters(Sabtu, 5/12).

Partai Buruh telah menduduki kursi selama beberapa dekade dan pada pemilihan umum nasional pada Mei, mereka memperoleh lebih dari 14 ribu suara dan merupakan suara mayoritas. Sementara posisi mayoritasnya berkurang menjadi 10.835 suara pada Kamis.

Corbyn menyambut hasil tersebut yang lebih baik daripada yang diperkirakan oleh kebanyakan cendekiawan, sebagai sebuah suara kepercayaan diri dalam Partai Buruh.

“Merupakan sebuah demonstrasi yang jelas bahwa Partai Buruh merupakan partai yang dipercaya orang-orang. Uji pemilihan umum pertama parlemen yang baru ini telah menjelaskan bahwa Partai Buruh merupakan alternatif nyata bagi Inggris,” ujar Corbyn.

Pemungutan suara di bekas kota industri di luar Manchester tersebut diadakan satu hari setelah 66 anggota parlemen dari Partai Buruh termasuk beberapa dalam tim senior miliknya, memberontak melawan Corbyn untuk mendukung pemerintah meningkatkan serangan udara Inggris di Suriah.

UKIP meragukan kebenaran pemungutan suara setelah kekalahannya tersebut, di mana pemimpin partai Nigel Farage menyebut hasil tersebut tidak beralasan dalam akun Twitternya.(wid/rmol)

To Top