Pelanggaran Setya Novanto Terlalu Berat! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Pelanggaran Setya Novanto Terlalu Berat!

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR soal dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport telah dua kali digelar.  Dalam tersebut juga telah menghadirkan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sudirman Said dan Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin.

Pengamat politik Nico Harjanto mengatakan, potensi pelanggaran etika berat yang dilakukan Ketua DPR Setya Novanto sudah tampak dengan sangat jelas. Hal tersebut dapat dilihat dari keterangan Sudirman dan Maroef dalam sidang MKD beberapa hari lalu.

“Karena misalnya kenapa seorang ketua DPR mengajak seorang pengusaha untuk membicarakan masalah saham terkait dengan kontrak dan bisnis,” kata Nico saat ditemui usai menghadiri acara diskusi di Jakarta, Sabtu (5/12).

Menurut Direktur Populi Center itu, Setnov -sapaan Setya Novanto- diduga kuat melanggar kode etik anggota dewan sebagaimana terdengar dalam rekaman segitiga perbincangan antara Setnov, Maroef Sjamsoeddin, dan pengusaha Reza Chalid.

“Padahal dalam sumpah jabatan kan sudah disebutkan tidak boleh memperkaya diri, kelompok, perusahaan atau orang lain. Saya kira tidak ada relevansinya ketua DPR membahas perpanjangan kontrak atau bisnis yang lain dengan pengusaha,” ujar dia.

Seperti diketahui, MKD memang telah memanggil Sudirman Said dan Maroef Sjamsoeddin dalam sidang terkait dugaan pencatutan nama presiden dalam perpanjangan kontrak karya PT Freeport. Setnov rencananya juga akan dihadirkan dalam sidang pada 7 Desember mendatang.

Dalam keterangannya, Sudirman Said mengatakan rekaman percakapan yang menjadi bukti dugaan pencatutan nama presiden, tidak direncanakan sebelumnya. Dia mengaku mendapat rekaman tersebut dari PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin, yang sebelumnya sudah mengikuti diskusi serupa.

Sementara itu, Maroef Sjamsoeddin menjelaskan, permintaan bisnis itu pertama kali diutarakan Setya dan Riza dalam pembicaraan tentang smelter, perpanjangan kontrak dan pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Air di Urumuka Papua yang akan dibangun oleh Freeport di Hotel Ritz-Carlton lantai 21 pada 13 Mei 2015.

[NEXT-FAJAR]

Maroef menanggapi permintaan itu dengan menyampaikan siapapun bisa berbisnis dengan Freeport Indonesia asal profesional dan terbuka.

[baca juga: Perpanjangan Kontrak Freeport Sarat KKN]

[baca juga: Divestasi Saham PT FI, Jangan Lakukan Cara Ini…]

[baca juga: Luhut Wajib Dihadirkan dalam Sidang MKD]

Merasa curiga, Maroef merekam percakapan dalam pertemuan ketiga pada 8 Juni lalu yang diinisiasi Setya di tempat yang sama. Usai duduk di sebelah kiri politikus Golkar dan di depannya ada Riza, Maroef mengeluarkan telepon genggamnya dan merekam pembicaraan yang berlangsung lebih dari satu jam tersebut. (put/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top