Gempa Halmahera Rusak 1.593 Rumah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Gempa Halmahera Rusak 1.593 Rumah

FAJAR.CO.ID, HALMAHERA – Kecamatan Jailolo, Kabupaten Halmahera Barat (Halbar), Maluku Utara, sejak tiga minggu lalu telah digoyang gempa 833 kali. Akibatnya, 1.593 rumah rusak.

Rinciannya, 145 rumah rusak berat, 273 rusak sedang, dan 1.175 rusak ringan. Gempa juga dilaporkan menyebabkan 2 sekolah, 8 unit sarana ibadah dan 3 kantor pemerintah daerah retak dan roboh.

Sutopo Purwo Nugroho, Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) menyampaikan, gempa yang dirasakan masyarakat sebetulnya tidak memiliki kekuatan besar.

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mencatat, kekuatan gempa tak lebih dari 5 SR. Meski begitu, masyarakat tetap merasakan guncangan keras.  ”Ini karena pusat gempa di darat dan di laut yang posisinya dekat dengan daratan,” jelasnya di Jakarta, Sabtu (5/12).

Sutopo mengatakan, kerusakan tersebut melanda 19 desa di Kecamatan Jailolo. Desa Bobanehena yang berada di Teluk Jailolo mengalami kerusakan paling parah.

Kondisi rumah yang porak-poranda membuat 10.165 jiwa mengungsi. Sebagian besar dari mereka mengungsi di depan rumah dengan tenda atau bangunan sederhana. ”Kebanyakan di sekitar rumah masing-masing. Mereka takut kembali ke rumah,” paparnya.

Tim Reaksi Cepat BNPB masih berada di lokasi mendampingi BPBD dan telah memberikan bantuan. Meski begitu, ada beberapa kebutuhan yang belum sepenuhnya terpenuhi.

Bantuan makanan, tenda gulung, selimut, sarung, pelayanan kesehatan, alat komunikasi serta kebutuhan ibu hamil dan bayi masih kekurangan.

Terkait kerugian akibat gempa, pihaknya masih melakukan penghitungan. Hitungan ini pun mencakup penanganan rehabilitasi dan rekonstruksi bangunan nantinya.

”BPBD telah berkoordinasi dengan TNI, Polri, Dinsos, Dinkes, SAR, SKPD, dan relawan dalam penanganan darurat ini,” ungkap pria yang juga berprofesi sebagai pengajar itu.

Sementara itu, BMKG masih belum dapat diperkirakan kapan gempa akan selesai. Kepala BMKG Andy Eka Sakya menjelaskan, gempa di Halmahera Barat merupakan gempa dengan tipe swarm.

Gempa swarm ini, kata dia, memiliki aktivitas tektonik dengan karakteristik frekuensi kejadian cukup banyak. Kekuatan relatif kecil dan aktivitas lama.

Walaupun begitu, gempa ini tidak akan diikuti gempa besar yang memicu tsunami, longsor dan gunung meletus. Sehingga, masyarakat diminta tenang dan tidak terpancing isu soal bahwa gempa besar dan tsunami. (mia/JPG)

 

 

Click to comment
To Top