Harus Tahu! Begini Modivikasi Kendaraan Anti Tilang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hiburan

Harus Tahu! Begini Modivikasi Kendaraan Anti Tilang

FAJAR.CO.ID- SUDAHKAH Anda tahu bagaimana cara memodifikasi kendaraan roda dua maupun roda empat yang baik dan benar? Jika belum yuk cek beberapa aturan berikut ini.

Kendaraan pribadi saat ini diibaratkan sebagai jati diri, banyak bikers tentu rela menggelontorkan uang banyak demi hobi tersebut. Kendati begitu, dalam memodifikasi Anda perlu memerhatikan beberapa hal. Jika tidak, hobi tersebut justru akan menyusahkan.

BACA JUGA: Keren! Biker Sulap Traktor Tua Jadi Motor Sangar

Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya, AKBP Budiyanto mengatakan ada beberapa aturan penting yang harus diperhatikan para bikers. Sebenarnya aturan itu sudah lama, meski begitu jajaran satlantas akan mensosialisasikan aturan itu kembali.

BACA JUGA: Yamaha 03GEN-f Berkesan Motor Balap Roda Tiga

“Hasil pemantauan di lapangan ditemukan bahwa masih banyak dijumpai kendaraan modifikasi baik sepeda motor maupun mobil yang menyebabkan perubahan tipe secara tidak sah yang dapat digolongkan sebagai tindak pidana pelanggaran,” papar Budiyanto.

Nah, aturan tersebut tertuang dalam Pasal 277 jo Pasal 316 ayat (2) UU No 22 tahun 2009. Anda dapat diancam dengan pidana penjara paling lama 1 tahun atau denda Rp 24 juta.

“Memasang knaplot racing yang bising juga termasuk modifikasi yang tidak sah,” tambahnya.

Budiyanto mengatakan, sebenarnya perubahan bentuk pada kendaraan atau memodifikasi sah-sah saja dilakukan. Namun modifikasi motor terlebih dahulu melewati tahap uji tipe guna memperoleh sertifikat dari Kementerian Perhubungan.

Budiyanto mengatakan hal itu bukan karena alasan. Tapi aturan modifikasi motor tertuang dalam Pasal 131 huruf e dan pasal 132 ayat (2) dan ayat 7 PP No 55 Tahun 2012 tentang kendaraan Jo Pasal 50 ayat (1) UU No 22 Tahun 2009. Yaitu tentang lalu lintas dan angkutan jalan, bahwa kendaraan yang dimodifikasi sehingga menyebabkan perubahan tipe berupa dimensi, mesin dan kemampuan, daya angkut, wajib dilakukan uji tipe untuk memperoleh sertifikat.

Budiyanto pun berharap masyarakat agar paham dan mengerti, memodifikasi kendaraan bermotor tanpa melalui mekanisme yang benar merupakan tindak pidana kejahatan.

“Kami akan menindak tegas pengguna jalan yang melanggar ketentuan tersebut sesuai peraturan perundang-undangan yang berlaku,” pungkasnya.

Ketentuan-ketentuan modifikasi motor:

1. Modifikasi kendaraan bermotor hanya dapat dilakukan setelah mendapatkan rekomendasi dari APM (Agen Pemegang Merk) kendaraan tersebut.

2. Modifikasi kendaraan bermotor wajib dilakukan oleh bengkel umum kendaraan bermotor yang ditunjuk oleh Kementerian Perindustrian.

3. Kendaraan bermotor yang telah dimodifikasi wajib didaftarkan kepada Kesatuan Polri pelaksana registrasi dan identifikasi kendaraan bermotor pada kantor Samsat untuk memperoleh STNK baru yang sesuai dengan perubahan kendaraan bermotor dimaksud. (jpnn/kan/ps)

loading...
Click to comment
To Top