Kata Pedagang, Peminat Obat Kuat Kebanyakan PNS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Kata Pedagang, Peminat Obat Kuat Kebanyakan PNS

FAJAR.CO.ID, BENGKULU – Obat kuat dengan dosis berbahaya kini banyak beredar di Bengkulu. Meski sudah dilakukan sosialisasi, tetap saja peminat obat kuat di apotik-apotik masih tinggi. Dari penelusuran Rakyat Bengkulu (Fajar.co.id Group), di beberapa apotik bahkan pembeli obat kuat bisa lebih banyak daripada pembeli obat kesehatan biasanya.

Seperti yang dituturkan LE (26), seorang apoteker. Meski ada obat yang direkomendasikan BPOM, namun pembeli tetap melirik jenis obat kuat dengan merk yang diketahui mengandung zat kimia berbahaya. Dia membeberkan salah satunya, Urat Madu (UM) yang paling banyak diminati.

“Karena harganya murah cuma Rp 5 ribu per tablet, dan dampaknya langsung spontan,” jelas LE.

Meski tidak menjual obat tersebut karena takut dirazia, LE mengaku yang datang bertanya ke apotiknya cukup banyak mencari obat itu. ”Paling banyak PNS, biasanya datang di awal bulan. Mungkin karena habis gajian,” katanya.

[baca juga: Tertangkap Berbuat Mesum di Toilet Toko, Gadis Cantik Ini Langsung Minum Cairan Pemberish Lantai]

[baca juga: Garap Istri Tetangga, Oknum PNS Ini Kedapatan Lagi Keringetan Berduaan]

Hal senada juga disampaikan Ys (36). Penjual obat kuat ini mengaku jika pembelinya masih setia melirik obat kuat murah meriah, seperti merk UM. “Kalau yang jenis itu banyak diminati terlebih banyak dijual di depot-depot jamu,” pungkasnya.

Dokter Umum dr. Syafriadi, MM mengaku dampak buruk menggunakan obat kuat tanpa izin, dengan dosis yang melewati batas, plus usia lanjut serta memiliki riwayat penyakit berupa jantung dan diabetes bisa berdampak kepada kematian mendadak (sudden death).

‘’Pada saat gerakan jantung menjadi sangat cepat, justru itu bisa menyebabkan kondisi buruk, sehingga dapat menimbulkan kematian mendadak,‘’ pungkasnya. (iks/afz/JPG)

loading...
Click to comment
To Top