Korban Lamborghini Maut Dapat Transferan Rp 125 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Korban Lamborghini Maut Dapat Transferan Rp 125 Juta

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Polisi kembali menegaskan tidak memberikan perlakuan istimewa kepada Wiyang, pengemudi Lamborghini maut. Wiyang ditempatkan satu sel dengan tiga tahanan satlantas lainnya di blok M. Selama sehari ditahan, Wiyang juga tidak mengeluhkan penyakitnya kambuh.

Polisi juga memberikan aturan tegas kepada keluarga Wiyang. Jam besuk yang diberikan polisi tetap sama dengan jam besuk untuk tahanan lain. Tidak ada keistimewaan.

“Jadwal besuk tahanan sama aturannya. Senin sampai Kamis,” ujar Kasattahti Polres Surabaya, Kompol Sujud, Minggu (6/12).

Di tempat terpisah, keluarga korban Kuswarijono sudah mengantongi santunan yang ditransfer lewat bank. Wiyang dan keluarganya memang sudah punya iktikad untuk memberikan ganti rugi. “Sudah dikirim Rp 125 juta,” tutur Budi Pujiono, kakak Srikanti, korban yang mengalami patah tulang kaki.

[baca juga: RASAIN! Jika Terbukti Balapan, Pengemudi Ferrari Bisa Dihukum]

[baca juga: TERUNGKAP! Ini Temuan Saksi Ahli Terkait Kecelakaan Lamborghini Maut]

[baca juga: LPSK Sayangkan Ancaman Pengacara Pengemudi Lamborghini]

Budi mengatakan, penandatanganan santunan itu juga disaksikan aparat Kelurahan Kaliasin. Uang tersebut sengaja ditransfer agar bisa dikelola dengan baik. Untuk sementara, uang itu masih dibawa Budi, belum diserahkan kepada lima anak korban.

Dari kesepakatan kedua pihak, uang itu digunakan untuk biaya sekolah dan uang saku anak-anak korban. Budi khawatir anak-anak tersebut tidak bisa mengelola uang sebesar itu. Karena itu, dia memilih membawanya dulu.

Rencananya, uang tersebut diserahkan hari ini. Menunggu Srikanti sembuh setelah operasi. “Besok (hari ini, Red) keluar dari ICU. Akan saya kasihkan ke ibunya (Srikanti, Red),” jelas Budi. (did/c11/kim/JPG)

To Top