Dandim Terjunkan Anggotanya Untuk Tanam Padi Serentak – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Dandim Terjunkan Anggotanya Untuk Tanam Padi Serentak

DEMAK – Untuk mengejar swasembada pangan selambat-lambatnya tahun 2017 dan sekaligus memasuki musim penghujan, petani di Indonesia dianjurkan menanam padi serentak. Karena itulah, Komandan Kodim 0716/Demak, Letkol Inf Nanang TT Wibisono memerintahkan anggotanya untuk membantu petani menanam padi di sawah di seluruh Kota Wali pada apel tanam padi serentak di Desa Mlaten Kecamatan Mijen Kabupaten Demak, Senin (7/12) pagi.

Pada kegiatan tersebut selain dihadiri langsung oleh Dandim 0716/Demak, Letkol Inf Nanang TT Wibisono juga tampak Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Demak, Wibowo serta Gapoktan. Masa tanam padi serentak kali ini menggunakan sistem transplanter (traktor sawah).
Nanang menuturkan bahwa padi yang ditanam meliputi varietas secara umum yakni padi Ciherang. Adapun untuk membidik pasar modern maka dicoba padi organik dengan varietas padi Jepang antara lain Sasanisiku, Kosimikari, Nikomaru, Akita Komasu. Menurutnya, kegiatan masa tanam padi serentak ini rencananya akan secara bertahap dilakukan juga di seluruh wilayah Kabupaten Demak.
“Praktik penggunaan tiga traktor tersebut lancar digunakan. Tiga traktor tersebut adalah sebagian dari 48 traktor bantuan Kementerian Pertanian untuk Kabupaten Demak. Selain itu juga ada bantuan 57 pompa air serta bantuan benih bagi petani gagal tanam,” kata Dandim 0716 Demak, Letkol Inf Nanang TT Wibisono.
Selain itu, Nanang menambahkan bahwa dalam kegiatan ini, usai pelaksanaan praktik transplanter dilanjutkan dengan penanaman padi secara manual oleh Gapoktan.
“Program pemerintah dalam mendukung ketahanan pangan sangat penting jadi mari kita sama-sama bekerja dan melaksanakan program untuk menuju swasembada pangan. Saya harap kepada aparat teritorial terutama Babinsa untuk terjun langsung dalam program ini. Harus mengetahui penyaluran pupuk sudah berjalan dengan benar atau belum serta harus mengawal pendistribusian di masyarakat yang tergabung dalam Gapoktan,” imbuhnya.
“Instruksi dari Menteri Pertanian seperti itu, masuk musim hujan, seluruh lahan yang ada akan ditanami padi. Pada saat ini ada standing crop ada sekitar 3,5 juta hektar (ha). Insya Allah ini selamat karena hujan sudah turun. Kita mempercepat tanam di bulan November dan Desember 2015 seperti sekarang ini. Kita yakin tanaman standing crop selamat dari gagal panen,” sambung Nanang. (fiz)

loading...
Click to comment
To Top