Disayangkan, Pohon Ditebang Demi Selfi-selfian – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Disayangkan, Pohon Ditebang Demi Selfi-selfian

KUDUS – Sedikitnya enam tanaman yang sudah bertahun-tahun menyejukkan kawasan alun-alun simpang tujuh Kudus terancam ditebang. Pasalnya, tanaman itu menutupi tulisan “Simpang 7 Kudus“ di bagian pojok selatan sisi barat.

Pantauan Rakyat Jateng, keenam pohon dan tiga tiang lampu penerangan jalan sedikit menutupi pandangan pengguna jalan. Sehingga pemandangan ini kurang bisa dinilai mengenalkan identitas simpang tujuh.
Pekerja yang sedang memasang keramik di belakang tulisan tidak mengetahui apakah enam pohon itu bakal ditebang atau dibiarkan tetap berdiri seperti itu.
“Kita ini kan hanya pekerja. Kalau disuruh menebang ya kita tebang. Kalau disuruh hanya memindah ke dekat tulisan ya kita pindahkan,” ujar pekerja yang enggan menyebutkan namanya.
Hal senada juga diungkapkan Rochim, Direktur CV Beje, rekanan yang mengerjakan proyek senilai Rp985 juta itu. Dia tidak mengetahui kebijakan selanjutnya terkait dengan keberadaan pohon-pohon di depan tulisan Simpang 7 itu.
“Kita ini kan hanya mengerjakan program pemkab yang ingin mempercantik alun-alun dengan dibentuk taman serta diberikan tulisan sebagai petunjuk identitas. Soal pohon-pohon itu kebijakan dari Dinas Pemda. Mau dipotong atau tidak, hal ini tidak masuk dalam proyek,” kata Rochim.
Mantan anggota DPRD Kudus ini mengungkapkan bila beberapa rancangan dalam gambarnya sering berubah seiring berubahnya kebijakan dari dinas. Misalnya, bergesernya beberapa posisi, kemudian jenis bunga yang harus ditanam serta posisi lampu penerangan sekaligus lampu hias.
“Ini sudah beberapa kali berubah. Tapi kalau terkait dengan proyek dalam alun-alun kan kita memang nurut dengan kebijakan dinas. Semua kan demi kebaikan,” imbuhnya.
Namun terkait dengan waktu pelaksanaan, Rochim memastikan bila selese sesuai dengan jadwal yakni tanggal 10 desember 2015 dan tanggal 15 desember kondisi alun-alun sudah bersih dari material proyek.
“Sekarang ini sebenarnya kan sudah selesai, hanya memoles-moles biar halus. Seperti tulisan itu hanya tinggal nempeli lampu hias. Tiang PJU juga sudah siap, hanya kurang memasang lampunya saja,” terangnya.
Sementara itu, Plt Kepala Dinas Cipta Karya dan Tata Ruang Kabupaten Kudus, Sumiyatun, mengungkapkan bila terkait dengan keberadaan enam pohon itu masih dibahas dalam rapat.
“Sekarang sore ini kita masih rapatkan. Apakah pohon itu perlu ditebang atau tidak. Sebab selain pohon juga ada tiang-tiang penerangan. Nanti ya keputusanya,” kata Sumiyatun kemudian menutup ponselnya.
Di tempat terpisah, Eddy Kurniawan, anggota Komisi C yang mengawasi bidang pembangunan menyayangkan apabila keenam pohon itu sampai ditebang hanya demi memperlihatkan tulisan Simpang 7.
“Kita sangat menyayangkan lah kalau dinas sampai mengalahkan pohon-pohon yang sudah berumur tahunan itu demi untuk selfi-selfi,” tegas Eddy Kurniawan usai melihat kondisi tempat tulisan.
Politisi Demokrat itu memberikan solusi, yakni dengan pemasangan tulisan “Simpang 7 berada di pojok timur atau utara menghadap ke tengah alun-alun. Hal ini akan lebih baik karena untuk berfoto hasilnya bisa lebih baik dan untuk rombongan bisa mewadahi semua.
“Bangun saja di sisi timur pojok atau barat dengan begron masjid agung Kudus. Kalau berfoto diambil dari tengah lapangan kan proses mengambil gambar lebih mudah dan lebih luas. Bandingkan dengan sisi pojok selatan itu, areanya sangat sempit ,” tandasnya. (sf)

To Top