Donald Trump Larang Muslim Masuk Amerika – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Donald Trump Larang Muslim Masuk Amerika

FAJAR.CO.ID, AMERIKA SERIKAT – Meski mendapat banyak kecaman, kandidat calon Presiden dari Partai Republik, Donald Trump sepertinya tak peduli. Pengusaha real estate ini terus saja melontarkan pernyataan kontroversialnya yang sangat menyiratkan jelas kebencian pada umat muslim.

Trump menyerukan bagi semua Muslim untuk tidak memasuki Amerika Serikat. Karena menurutnya berbagai aksi terorisme yang terjadi menjadi salah dari ajaran agama Islam. ”Negara kita tidak bisa menjadi korban serangan mengerikan oleh orang-orang yang percaya Jihad,” kata Trump dilansir dari CNN, Senin (7/12).

Ia lantas merujuk pada sebuah hasil survei kontroversial, dimana menyatakan bahwa seperempat warga Muslim yang tinggal di AS, percaya bahwa kekerasan pada warga Amerika adalah bagian dari jihad global.

Hasil survei yang banyak dipertanyakan oleh para pakar ini, lantas dijadikan Trump sebagai sumber dalam pernyataannya. ”Kita ingin Amerika menjadi hebat kembali,” tegas Trump.

Penegasan menolak muslim untuk mengunjungi Amerika, juga ditegaskan kembali oleh manajer kampanye Trump, Corey Lewandowski. Ia menegaskan bahwa larangan itu tidak hanya berlaku bagi muslim pendatang, tapi juga bagi muslim yang hanya ingin mengunjungi Amerika sebagai turis.

“(Berlaku) Semua orang. Ini bagian dari pengawasan besar-besaran dan harus ditaati,” kata Lewandowski.

[baca juga: Obama: Kita Pasti Akan Menghancurkan ISIS]

[baca juga: ISIS Tebar Ancaman Terhadap Enam Petinggi Polri]

Sebelumnya Trump juga berjanji jika terpilih sebagai Presiden AS pada Pemilu mendatang, ia akan membuat kamp khusus bagi muslim. Selain itu pintu bagi imigran juga akan ditutup rapat.

Pernyataan Trump mendapat kecaman dari banyak kalangan. Termasuk dari Presiden AS Barack Obama, yang meminta rakyat Amerika untuk tidak menyalahkan Islam sebagai akibat ulah sekelompok orang yang terpengaruh radikalisasi.

“Jangan biarkan upaya melawan teror ini didefinisikan sebagai perang antara Amerika melawan Islam. Ini adalah yang diinginkan ISIS. ISIS tidak mewakili Islam. Mereka adalah penjahat dan pembunuh yang kejam,” tegas Obama seperti dikutip VOA.

Lebih jauh disampaikannya bahwa mayoritas korban ISIS di seluruh dunia justru warga Muslim. (afz/JPG)

To Top