Modus Curang di Tahapan Penghitungan Saat Pilkada Itu Begini… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Modus Curang di Tahapan Penghitungan Saat Pilkada Itu Begini…

FAJAR.CO.ID — Celah kecurangan tidak hanya terbuka di tahapan pencoblosan saja. Pada tahapan penghitungan, cara culas juga bisa saja dilakukan oleh oknum KPPS yang tidak netral. Agar   potensi berbuat curang dengan menghalalkan segala cara bisa berkurang, mari mengawasinya bersama  saat pilkada serentak 9 Desember 2015.

Bincang-bincang santai FAJAR.CO.ID dengan mantan ketua KPU Makassar, Nurmal Idrus, Selasa 8 Desember 2015, menjelaskan sederet modus yang biasa terjadi usai pencoblosan atau di penghitungan suara. Mari mengawasi bersama.

1. Bermain di surat suara batal

Cara ini biasanya digunakan untuk mengurangi jumlah suara kandidat tertentu saat penghitungan suara. Caranya, biasanya dilakukan oknum ketia KPPS saat penghitungan suara. Ketua KPPS bisa membuat surat suara cacat dengan kelincahan jarinya. Bisa disobek dengan sengaja atau dibuat berlubanv. Awasi dengan seksama saat penghitungan suara.

[NEXT-FAJAR]

2. Penyebutan nomor urut

Saksi harus benar2 jeli dan bisa bertahan sampai selesai penghitungan suara. Ada modus curang dengan sengaja salah menyebut nomor urut kandidat. Kecurangan begini potensial dilakukan oleh oknum ketua KPPS yang tidak netral. Contohnya, yang tercoblos adalah pasangan nomor urut 2 tapi yang disebut atau dia baca adalah nomor urut 1. Modus begini bisa dilakukan berkali-kali saat semua pihak sudah serius dengan catatan masing-masing di tangan. Sehingga abai memperhatikan surat suara saat diterawang.

3. Pemindahan angka dari C1 plano ke C1

Model penulisan hasil penghitungan suara pada C1 plano menggunakan deret garis berikatan per lima garis. Nah, saat dipindahkan ke C1, penulisan hasil perhitungan suara beribah menjadi angka. Nah, oknum petugas yang tidak netral bisa saja melakukan penambahan atau pengurangan hasil suara kandidat tertentu. Tidak mengikuti secara tepat hasil penghitungan di C1 plano. Cermati dan hitung dengan baik.

Diprediksi, jika kecurangan pada tahapan pencoblosan dan penghitungan ini dilakukan dengan massif dan terstruktur, dipastikan bisa mendongkrak suara pelaku kecurangan hingga di atas 3 persen. (ysd)

loading...
Click to comment
To Top