PDAM Maros Menunggak Utang Sejak 1997 – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

PDAM Maros Menunggak Utang Sejak 1997

FAJAR.CO.ID, MAROS — PDAM Maros ternyata dililit hutang hingga Rp23 miliar. Hutang sebesar itu berasal dari dua jenis pinjaman penyertaan modal sejak 1997 yang menunggak hingga sekarang.

Kedua pinjaman itu telah jatuh tempo sejak 30 Juni lalu. Masing-masing pinjaman pokok RDA-299/DP3/1998 tertanggal 26 Maret 1998 sebesar Rp6 miliar dan pinjaman non-pokok SLA-982/DP3/1997 tanggal 6 November 1997, sebesar Rp16 miliar.

“Ini utang pejabat lama, tahun 1997 dan 1998. Bunga dan denda untuk pinjaman pokok yang terus bertambah membuat hutang makin membengkak,” kata Direktur PDAM Maros, Abdul Baddar, Selasa 8 Desember.

Utang itu hanya bisa dilunasi jika ada penghapusan dari Kemenkeu, yang saat ini masih dalam pembahasan DPR-RI. Pemkab Maros lewat APBD 2016 juga telah mengajukan anggaran untuk melunasi hutang itu.

Utang itu sendiri diambil PDAM pada tahun 1997 silam, dalam rangka penyehatan keuangan dan peningkatan jangkauan pelayanan PDAM Maros. Pemerintah waktu itu berkenan menyalurkan Rp23 miliar ke PDAM Maros dalam bentuk penyertaan modal pemerintah pusat.

Anggarkan Rp17 Miliar
Utang yang melilit Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) Maros sebesar Rp23 miliar, rencananya dibayar memakai APBD 2016.

Anggota Badan Anggaran (Banggar) DPRD Maros, A Patarai Amir menjelaskan dalam rancangan APBD 2016, pihaknya menganggarkan Rp17 miliar untuk membayar utang itu.

“Anggaran untuk itu sudah ada di APBD 2016, sisanya akan dianggarkan kembali pada APBD 2017,” kata Patarai saat ditemui FAJAR di ruang kerjanya, Selasa 8 Desember.

Pemkab sudah mengusulkan pemutihan utang yang diambil tahun 1997 silam itu. Namun hingga kemarin belum ada kejelasan dari DPR-RI. “Utang itu diambil di zaman Nasrun Amrullah (Bupati periode 1994-1999). Kita ingin bersihkan agar keuangan perusda PDAM kembali sehat,” urainya.

Jika usulan pemutihan menemui jalan buntu, Dewan menjadwalkan pertemuan dengan PDAM terkait utang tersebut. Termasuk mengkaji kemungkinan membayar utang melalui sumber anggaran lain. (haris syah/FAJARONLINE)

Click to comment
To Top