Waspada Penipuan Bermodus Gendam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Waspada Penipuan Bermodus Gendam

JEPARA – Waspadalah terhadap penipuan dengan modus gendam. Mengingat baru-baru ini jajaran Satreskrim Polres Jepara berhasil membekuk kawanan penipu dengan modus gendam yang sering menjalankan aksinya di sejumlah kota di Jawa Tengah.

Kawanan yang berhasil ditangkap tersebut terdiri dari SP alias Kv (35) dan Fa alias Ga (37) warga Kabupaten Tangerang, FL (34) warga Sumatera Selatan, dan MA alias Mm (47) warga Kabupaten Kediri.
Adapun modus yang digunakan memang sejenis gendam. Tersangka mencoba mengelabuhi korban dengan trik-trik tertentu kemudian membawa kabur sejumlah perhiasan maupun uang milik korban.
Dalam menjalankan aksinya mereka berbagi tugas. Ada yang bertugas untuk mengelabuhi, ada yang meyakinkan korban sebelum dikelabuhi, dan ada yang bertugas sebagai supir yang sudah standby di mobil untuk melarikan diri.
Namun, aksi mereka harus diamankan. Mereka ditangkap di wilayah hukum Polres Klaten pada 30 November 2015 lalu. Penangkapan para tersangka tersebut berdasarkan laporan dari salah seorang korban yang ditipu di kawasan Swalayan Kecamatan Tahunan Jepara pada 29 November 2015 sekitar pukul 13.30 WIB.
Kapolres Jepara, AKBP Samsu Arifin menjelaskan, keempat tersangka yang ditangkap bersama sejumlah barang bukti seperti sejumlah uang, telur, jarum, tisu, dan kendaraan mobil rental.
“Mereka beraksi lintas kota, tidak hanya di Jepara saja. Kebetulan di Jepara sudah beraksi beberapa kali dengan jumlah kerugian sekitar Rp 20 juta, dan sejumlah emas milik korban,” ujar Samsi saat gelar perkara di Mapolres Jepara, Senin (7/12).
Lebih lanjut dia mengemukakan, penipuan dengan modus gemdam tersebut sudah banyak memakan korban. Terlebih para pelaku lebih sering mengintai perempuan berpenampilan mewah dengan mengenakan sejumlah perhiasan.
Salah seorang tersangka SP alias Kv (35) mengaku sudah sering menjalankan aksinya di wilayah Kabupaten Jepara. Bahkan, tak hanya di Jepara tetapi juga di kota-kota lain. Bersama tiga rekan lainnya, dia sudah berhasil mengambil keuntungan puluhan juta rupiah dan sejumlah perhiasan.
“Biasanya kami menyasar perempuan di pusat perbelanjaan. Kita melakukannya karena desakan ekonomi. Saya sudah menjalankan aksi (penipuan bermodus gendam) sejak setahun lalu. Namun baru kali ditangkap,” pungkasnya.(nr)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top