Begini Cara Polisi Ungkap Pembunuh Adi Nizar lumnua STIEM Bongaya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Begini Cara Polisi Ungkap Pembunuh Adi Nizar lumnua STIEM Bongaya

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Kasus Pembunuhan Alumnus STIEM Bongaya Andi Nizar terungkap sudah. Adalah adalah S, rekan sekaligus junior korban di Mapala STIEM Bongaya. S diduga kuat terlibat dalam proses tewasnya Nizar.

Indikasinya didasarkan atas posisi korban dan terduga pelaku. Baik itu sesaat, maupun sesudah kejadian. Saat kejadian, S berada di waktu yang sama dengan korban. Yakni tepat di depan MAN Model dan Kantor Samsat Makassar. Dasarnya diperoleh dari hasil pelacakan IT yang dilakukan tim IT DVI Polda Sulsel.

Hanya berselang beberapa menit, terduga kemudian meninggalkan lokasi. Dan hanya dalam tempo kurang lebih empat jam, posisi terduga pelaku sudah berada di Kabupaten Sidrap, 6 Desember lalu. “Ponselnya langsung mati saat kita hubungi pertama kali. Dugaan makin kuat setelah itu,” ucap Kapolsek Rappocini, AKP Muari.

Selain berdasarkan petunjuk tadi, dugaan ini turut diperkuat keterangan lain dari rekan korban, yang identitasnya dirahasiakan. Dalam keterangannya, terduga S, sempat menjalani “sidang” secara internal di lingkup organisasi Mapala. Waktunya tepat sebelum insiden maut itu terjadi, 6 Desember lalu.

Itupun setelah S sempat terpergok oleh korban tengah mengisap lem di dalam lingkup kampus. Karena dianggap melakukan pelanggaran, S pun akhirnya diberikan teguran dalam forum Mapala.

Koordinator Tim IT DVI Polda Sulsel, Kompol dr Mauluddin mansyur menyatakan, kedua petunjuk itu menjadi rujukan utama. Apalagi, kedua petunjuk ini, disebutnya singkron. “Jadi kesimpulannya, kemungkinan besar ini dilatari motif dendam,” singkat dia.

Senin, 7 Desember lalu, posisi terduga masih berada di Kabupaten Sidrap. Tepatnya di wilayah Kulo, Rappang, tidak jauh dari daerah Baranti. Informasi yang dihimpun FAJAR, di lokasi itu, terduga tinggal bersama rekannya, yang identitasnya masih dirahasiakan.

Kemarin, aparat Polsekta Rappocini diback up tim IT DVI Polda Sulsel bergerak ke Sidrap. Namun sayang, terduga terlebih dahulu kabur. Petugas masih mencari. Diduga S belum meninggalkan wilayah tersebut.(zaqiyuddin/aswad syam)

MAKASSAR — Misteri pembunuhan Andi Nizar perlahan terkuak. Identitas pembunuh alumnus STIEM Bongaya itu juga telah teridentifikasi. Dia adalah S, rekan sekaligus junior korban di Mapala STIEM Bongaya. S diduga kuat terlibat dalam proses tewasnya Nizar.

Indikasinya didasarkan atas posisi korban dan terduga pelaku. Baik itu sesaat, maupun sesudah kejadian. Saat kejadian, S berada di waktu yang sama dengan korban. Yakni tepat di depan MAN Model dan Kantor Samsat Makassar. Dasarnya diperoleh dari hasil pelacakan IT yang dilakukan tim IT DVI Polda Sulsel

Hanya berselang beberapa menit, terduga kemudian meninggalkan lokasi. Dan hanya dalam tempo kurang lebih empat jam, posisi terduga pelaku sudah berada di Kabupaten Sidrap, 6 Desember lalu. “Ponselnya langsung mati saat kita hubungi pertama kali. Dugaan makin kuat setelah itu,” ucap Kapolsek Rappocini, AKP Muari.

Selain berdasarkan petunjuk tadi, dugaan ini turut diperkuat keterangan lain dari rekan korban, yang identitasnya dirahasiakan. Dalam keterangannya, terduga S, sempat menjalani “sidang” secara internal di lingkup organisasi Mapala. Waktunya tepat sebelum insiden maut itu terjadi, 6 Desember lalu.

Itupun setelah S sempat terpergok oleh korban tengah mengisap lem di dalam lingkup kampus. Karena dianggap melakukan pelanggaran, S pun akhirnya diberikan teguran dalam forum Mapala.

Koordinator Tim IT DVI Polda Sulsel, Kompol dr Mauluddin mansyur menyatakan, kedua petunjuk itu menjadi rujukan utama. Apalagi, kedua petunjuk ini, disebutnya singkron. “Jadi kesimpulannya, kemungkinan besar ini dilatari motif dendam,” singkat dia.

Senin, 7 Desember lalu, posisi terduga masih berada di Kabupaten Sidrap. Tepatnya di wilayah Kulo, Rappang, tidak jauh dari daerah Baranti. Informasi yang dihimpun FAJAR, di lokasi itu, terduga tinggal bersama rekannya, yang identitasnya masih dirahasiakan.

Kemarin, aparat Polsekta Rappocini diback up tim IT DVI Polda Sulsel bergerak ke Sidrap. Namun sayang, terduga terlebih dahulu kabur. Petugas masih mencari. Diduga S belum meninggalkan wilayah tersebut.(zaqiyuddin/aswad syam)

loading...
Click to comment
To Top