Ini Fakta di Balik Pelarian Supratman – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

Ini Fakta di Balik Pelarian Supratman

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR – Ada fakta menarik proses pebunuhan terhadap Andi Nizar pascapenyerahan diri tersangka utama, Supratman ke Polres Sidrap, sore tadi Kamis 10 Desember.

Spekulasi keterlibatan Suprtaman, mulai peristiwa hingga dugaan disembunyikan ternyata benar adanya. Terkait kronologi yang diberitakan sebelumnya, Supratman membenarkan proses pembunuhan Nizar dilatarbelakangi sakit hati.

Supratman mengaku tidak terima perlakuan seniornya di Mapala STIEM Bongaya. Apalagi saat dihukum dengan tudingan kepergok mengisap lem.

Putra kedua dari pasangan Basri dan Katrina itu memutuskan menghabisi nyawa Nizar. Dia sebelumnya membuntuti korban lalu berusaha menghabisi nyawa korban, di depan MAN Model Makassar, Jalan AP Pettarani, Minggu subuh 6 Desember lalu.

Dengan luka tikaman, Andi Nizar kabur hingga ke depan Masjid HM Asyik. Nahas, Andi Nizar terkejar. Setalah korban tak berdaya, Supratman kabur menggunakan motor menuju Sidrap dan tiba sekira pukul 08.00 Wita.

Empat hari lamanya, Supratman bersembunyi. Kepada keluarganya, dia mengaku telah membunuh. Itu pun setelah dua hari pelariannya. Pengakuan itu disampaikan ke kakaknya, Astuti. Di sini pula Supratman akhirnya bersembunyikan.

Tim gabungan, IT Dokkes Polda, Resmob Polrestabes, Inafis dan Polsekta Rappocini sempat mengendus keberadaan pelaku. Upaya persuasip dilakukan dengan mendekati keluarganya. Sayang, keluarga Supratman tidak menunjukkan sikap kooperatif. Mereka berdalih tidak mengetahui keberadaan Supratman.

Padahal, Supratman sejatinya telah terendus berada di Kampung Dongi, Sidrap, kediaman kakaknya, Astuti. Tidak hanya itu, petugas juga mengendus niat meloloskan Supratman keluar dari wilayah Sulsel. Tujuannya, antara Buton dan Papua.

Ultimatum pun diberikan, petugas berjanji bertindak tegas jika nantinya Supratman ditangkap langsung petugas. Alhasil, keluarga Supratman pun akhirnya menyerah.

Ibunya, Katrina dan kakaknya Astuti yang sebelumnya ngotot menyembunyikan Supratman, akhirnya menyerah. Begitupun dengan Supratman yang mengaku takut jika tertangkap.

Kamis sore, 8 Desember, Supratman akhirnya menyerahkan diri. Penyerahan dirinya ini dilakukan di kediaman orang tuanya, di Kampung Kulo. Ayahnya, Basri Ali yang juga seorang perwira polisi, menyerahkan langsung putranya itu.

Melalui sambungan telepon, perwira berpangkat AKP itu meberitahukan kepada Polres Sidrap untuk menjemput anaknya dan diperlakukan secara baik.

Pukul 15.30 Wita, Supratman akhirnya berhasil diamankan dan dibawa ke Polres Sidrap. Saat ini, Supratman telah dijemput oleh tim gabungan. (zakiyuddin akbar/FAJARONLINE)


To Top