Sudah Usia Lanjut, Kaligis Berharap Divonis Ringan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Sudah Usia Lanjut, Kaligis Berharap Divonis Ringan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang perkara suap pengacara kondang OC Kaligis memasuki babak final. Rencananya, hari ini majelis hakim Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) Jakarta akan menjatuhkan vonis terhadap Kaligis yang telah didakwa menyuap tiga hakim dan seorang panitera PTUN Medan.

Salah seorang kuasa hukum OCK, Humphrey Djemat menyatakan bahwa kliennya siap dan dalam kondisi prima untuk mendengarkan vonis majelis hakim. Dia pun berharap agar Ayah artis Velove Vexia itu dijatuhi hukuman yang ringan karena telah berusia lanjut.

“Tentu penasihat hukum mengharapkan Pak OCK mendapatkan hukuman seringan-ringannya. Mengingat usianya yang sudah sangat lanjut, 75 tahun,” kata Humphrey saat dihubungi, Kamis (10/12).

Menurut Humphrey, tim penasihat hukum berharap majelis hakim memiliki berbagai pertimbangan untuk menjatuhkan hukuman yang ringan terhadap OCK. “Janganlah putusannya memperlihatkan sifat-sifat dendam,” pungkasnya.

Sebelumnya, Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK menuntut majelis hakim menjatuhkan vonis kepada OC Kaligis berupa pidana penjara selama sepuluh tahun. Tak hanya itu, Kaligis juga dituntut harus membayar denda sebesar Rp 500 juta dengan ketentuan apabila tidak dibayarkan, maka diganti dengan kurungan penjara empat bulan.

Tuntutan itu diajukan lantaran OCK dinilai terbukti bersama-sama anak buahnya M Yagari Bhastara (Gerry), Gubernur nonaktif Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho, dan istrinya Evy Susanti menyuap hakim dan panitera PTUN Medan. Suap yang diberikan itu sebesar USD 27.000 dan SGD 5.000.

Rinciannya, kepada Ketua PTUN Medan Tripeni Irianto Putro sebesar SGD 5.000 dan USD 15.000, untuk dua hakim anggota Dermawan Ginting dan Amir Fauzi masing-masing sebesar USD 5.000, dan Panitera PTUN Medan Syamsir Yusfan sebesar USD 2.000.

Suap itu diberikan untuk memenangkan perkara gugatan Pemprov Sumut yang diajukan ke PTUN Medan. Yaitu, Surat Panggilan Permintaan Keterangan (SPPK) dan Sprinlidik Kejati Sumut terkait dugaan korupsi dana bansos dengan tersangka Gatot Pujo Nugroho.

Atas perbuatannya ini, Kaligis dinilai telah melanggar pasal 6 ayat 1 huruf a UU Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana diubah dengan UU Nomor 20 Tahun 2001 tentang Tipikor jo pasal 55 ayat 1 ke-1 jo pasal 64 ayat 1 KUHPidana, sesuai dakwaan pertama. (Put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top