Dikasih “Uang” Belum Tentu ke TPS – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Dikasih “Uang” Belum Tentu ke TPS

FAJAR.CO.ID, MAROS — Tingkat partisipasi pemilih di Kabupaten Maros disebut terus mengalami penurunan cukup signifikan. Salah satu penyebabnya adalah kebiasaan pemilih melakukan praktik money politic alias berpolitik uang.

Komisioner KPUD Maros Divisi Sosialisasi Saharuddin Datu mengatakan mental seperti itu menjadi kendala berat bagi penyelenggara pemilu. Datu menyebut, warga biasanya mengatakan ‘Dikasih (uang, red) saja kita belum tentu ke TPS, apalagi kalau tidak’.

“Sebenarnya itu disebabkan oleh pendidikan politik yang keliru, dan diperparah oleh ulah sebagian kandidat yang membiasakan warga menerima amplop,” urainya, Jumat 11 Desember.

Karena itu, Datu menyebut pilkada kali ini yang relatif bersih menjadi pendidikan politik bagi warga. Sehingga pada pemilu berikutnya, warga bisa berpartisipasi secara massif tanpa diiming-imingi amplop. “Biar kita rubah mental warga sedikit demi sedikit, bahwa tidak selamanya mesti pakai amplop. Pemilu berikutnya, partisipasi pasti meningkat,” katanya.

Datu memang pesimis tingkat partisipasi pemilih tahun ini bisa meningkat. Pasalnya hingga petang kemarin berdasarkan 60 persen data c1 yang telah masuk, tingkat partisipasi pemilih masih berada diangka 60 persen. “Jadi perkiraannya, tahun ini berada di angka 60 persen keatas. Harapan kita sebenarnya naik hingga 80 persen,” jelasnya.

Berdasarkan data yang diperoleh FAJAR, persentase partisipasi pemilih pada Pilkada 2010 lalu cukup tinggi, yakni 73 persen. Lalu kemudian terus menurun saat Pilgub 2013 (69,15 persen), dan Pilpres 2014 (68 persen), hingga Pilkada 2015 yang hanya berkisar 60 persen. FAJAR juga mencatat, tidak ada TPS yang partisipasinya dibawah 50 persen. (ris/FAJARONLINE)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top