THM Nada Lestari Coba Suap Satpol PP Saat Ketahuan Jual Miras dan Pakai PL – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hiburan

THM Nada Lestari Coba Suap Satpol PP Saat Ketahuan Jual Miras dan Pakai PL

FAJAR.CO.ID, BOGOR–Tempat Hiburan Malam (THM) Nada Lestari kembali berbuat ulah. Kali ini mereka mencoba memberi uang ´aman´ kepada Satpol PP Kota Bogor.

Hal itu terjadi ketika  pihak manajemen dipanggil ke kantor Satpol PP Kota Bogor di Jalan Pajajaran Kamis (10/12/2015).

Pemanggilan itu menindaklanjuti temuan adanya pemandu lagu (PL) dan minuman keras (miras) pada razia Selasa (8/12/2015) malam di THM yang berlokasi di jalan Brigjen Saptaji, Semplak, Kecamatan Bogor Barat tersebut.

Informasi yang dihimpun,  pemanggilan dengan agenda pemeriksaan berkas-berkas itu, harus ditutup dengan mencoba ´menyuap´ penegak perda tersebut.

Tindakan tidak terpuji itu dilakukan oleh manejer Nada Lestari Santi Ajeng yang kala itu mendampingi pemilik Nada Lestari Gunawan Hasan. Namun pemberian uang ´aman´ itu ditolak mentah-mentah oleh Satpol PP.

Dikonfirmasi, Manager Nada Lestari, Santi Ajeng mengaku, dia memang mendampingi Gunawan Hasan dalam pemanggilan Kamis (10/12/2015) lalu. Namun, dia tidak membenarkan jika adanya pemberian uang atau suap kepada Satpol PP Kota Bogor.

“Engga. Kita engga ngasih apa-apa. Malah gak diterima. Satpol PP-nya gak mau,” akunya kepada Radar Bogor saat ditemui di Resto Nada Lestari, Jumat (11/12/2015).

Santi beralasan, kedatangannya hanya  memperlihatkan data-data berkas perizinan yang kini masih ditempuh oleh pihaknya. Namun jika nanti perizinannya telah selesai, ia pun tetap berniat akan memberikan uang kepada pihak Satpol PP.

“Lagian buat apa kita sayang-sayang duit? Buat apa kasih uang sekarang? Nanti saja kalau sudah selesai,” ungkapnya.

Terkait perizinan yang hingga kini belum keluar dari Badan Pelayanan Perizinan Terpadu dan Penanaman Modal (BPPT-PM) Kota Bogor, pihaknya mengaku akan tetap memperjuangkannya.

“Saya belum tahu kapan keluar izinnya. Kalau gak ada musiknya resto ini gak ramai,” ucapnya.

Sementara, Pemilik THM Nada Lestari, Gunawan Hasan membantah jika pihaknya berusaha usaha menyuap Satpol PP.

“Gak ada suap. Kita hanya melaporkan saja dari undangan Satpol PP,” ucapnya.

Dia mengaku proses izin sedang berjalan sehingga sangat wajar jika THM-nya dibuka.

“Memang dilarang apa kita buka usaha. Kita sudah urus kok. Kalau BPPT-PM belum ngeluarin, jangan saya yang disalahin dong,” ucapnya.

Pantauan Radar Bogor sekitar pukul 18.30, sore Jumat (11/12/2015) THM Nada Lestari masih beroperasional dengan bebas. Suara pengunjung serta PL yang berkaraoke pun terdengar hingga luar ruangan.

Padahal Satpol PP sudah mengultimatum melarang Nada Lestari untuk beroperasi.

(han/radarbogor)   

loading...
Click to comment
To Top