Sempat Ingin Mundur, Musdalifah Akhirnya Terpilih Pimpin KKSS Jawa Tengah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Sempat Ingin Mundur, Musdalifah Akhirnya Terpilih Pimpin KKSS Jawa Tengah

FAJAR.CO.ID, SEMARANG – Melalui pemilihan yang alot, bertele-tele dan terancam deadlock, akhirnya Hj Musdalifah terpilih sebagai Ketua Badan Pengurus Wilayah KKSS  Jawa Tengah periode 2015-2020 , dalam musyawarah wilayah (Muswil) KKSS Jawa Tengah VII yang berlangsung di Hotel Serrata, Semarang, Minggu (12/12) malam.

Dalam Muswil yang berlangsung sejak pagi hari itu, semula Musdalifah mengancam mengundurkan diri karena menilai pemilihan melanggar anggaran dasar dan rumah tangga organisasi, akan tetapi belakangan ketika peserta Muswil sepakat untuk mematuhi aturan main yang mengacu kepada AD ART, maka Musdalifah pun mencalonkan diri dan walhasil dalam perhitungan akhir ia memperoleh 7  suara, sebaliknya dr. Andi Muhammad Nur Azis yang sudah menjadi Ketua BPW KKSS Jateng sejak 20 tahun lalu hanya mendapatkan dua suara, sementara suara yang abstain sebanyak dua perwakilan.

Muswil diikuti oleh sekitar 100 orang namun yang berhak memberikan suara cuma 11 yakni dari KKSS cabang Blora, Semarang, Purwekerto, Pekalongan, Tegal, Salatiga, Cilacap, Solo, IKAMI, dan IWSS.

Dalam sambutan kemenangannya, Musdalifah berjanji akan menyusun kepengurusan dalam waktu seminggu dari sekarang. “Saya tidak menjanjikan program yang muluk-muluk, namun saya iingin menyelematkan KKSS Jawa Tengah lewat kerja nyata, karena saya benar-benar mau  mengurus. Saya tidak piawai berpidato  dan cuma mahir bekerja, bekerja dan bekerja,” katanya disambut tempik sorak peserta.

Menurut Musdalifah, cabang-cabang KKSS akan diakomodir dalam kepengurusannya nanti, dan akan melakukan penyegaran dengan sesering mungkin mengadakan kunjungan silaturahmi ke cabang cabang KKSS di seluruh Provinsi Jawa Tengah.

Sementara itu Nur Asis yang sudah lama mengabdi di KKSS, berharap kepengurusan baru menjalankan program yang lebih baik dari periodenya. “Semoga pengurus baru dapat menjalankan amanah warga seperti yang tercantum dalam program KKSS,” katanya.

Wakil Sekjen BPP KKSS Muslimin Mawi menambahkan bahwa kebersamaan merupakan  hal yang penting dalam ber KKSS. “Semoga pengurus baru melanjutkan hal-hal baik dan menggalang potensi sumber daya yang ada di Jateng,” katanya.

Wakil Ketua Umum KKSS Abdul Karim yang mengesahkan kepemimpinan Musdalifah, menyatakan, KKSS membutuhkan pengurus yang mampu mengimprovisasi program dalam menghadapi tantangan zaman yang cepat berubah.

“Kita harus saling membangun, saling membangkitkan, saling memperbaiki mutu organisasi, dan saling mencintai dalam konsep asah, asih, asuh yang dalam filosofi orang Bugis Makassar adalah saling sipakainge, sirebba sipatokkong. Kita tak ingin melihat KKSS terpecah belah. Otak boleh berbeda pendapat namun sikap kita satu dalam berkerukunan,” paparnya.

Pada intinya, kata Karim, kita harus saling menghargai pendahulu dan saling mendorong ke arah yang lebih baik.

Click to comment
To Top