Abu Hasan: Lawan Incumben, Saya Dikeroyok Tiga Kepala Daerah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Abu Hasan: Lawan Incumben, Saya Dikeroyok Tiga Kepala Daerah

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pilkada Serentak gelombang pertama yang jatuh pada 9 Desember 2015 berakhir sudah. Kini para kandidat Pilkada Serentak tengah was-was menanti hasil pleno KPU yang akan menetapkan siapa yang bakal menjadi pemenang. Jika tidak ada aral melintang, pengumuman KPU akan diselenggarakan pada 16 Desember mendatang.

Secara keseluruhan, pelaksanaan Pilkada Serentak gelombang pertama ini berjalan lancar. Meski tidak sedikit terjadi gesekan-gesekan kecil antara para simpatisan dan pendukung calon kepala daerah. Tak terkecuali di Pilkada Kabupaten Buton Utara (Butur), Sulawesi Tenggara (Sultra).

Calon Bupati Kabupaten Butur, Abu Hasan menjelaskan secara teknis penyelenggaraan Pilkada Butur tengah berlangsung dan secara umum dinyatakan berjalan lancar. Hal itu menurutnya tidak terlepas dari peran seluruh stakeholder terkait, penyelenggaran pemilu, pengawas pemilu, aparat keamanan, masyarakat serta pasangan calon Bupati dengan peranan masing-masing.

Namun, ditengah-tengah kegembiraan masyarakat dalam menyambut pesta demokrasi ditingkat kabupaten itu ada saja gangguan yang datang. Campur tangan pihak-pihak lain diluar Kabupaten Butur mencoreng pesta demokrasi yang menjadi penentu masa depan suatu daerah serta masyarakatnya lima tahun kedepan. Lebih mirisnya, gangguan-gangguan yang datang justru datang dari sejumlah kepala daerah yang bertetangga dengan Kabupaten Butur.

“Situasi menjadi sedikit terganggu ketika ada pihak luar mencoba masuk untuk campur tangan. Padahal, dari sisi lembaga pemerintahan itu bukan wilayah kerja mereka. Apalagi mereka adalah seorang kepala daerah,” beber Abu Hasan yang enggan untuk membeberkan kepada media siapa saja kepala daerah yang dimaksud.

“Parahnya lagi, jika saja mereka menggerakkan massa saat masa kampanye mungkin masih bisa ditolerir. Tapi yang tidak bisa ditolerir adalah pada saat masa tenang mereka tetap melakukan mobilisasi massa. Saya kira hal-hal seperti ini adalah bentuk arogansi dan ambisi yang berlebihan,” sambungnya.

Dikatakan, seandainya hal itu dilakukan oleh seorang Gubernur masih bisa ditolerir mengingat seluruh kabupaten/kota di Sultra menjadi wilayah kerja seorang gubernur. Atau mungkin juga dilakukan oleh seorang pimpinan partai ditingkat provinsi. “Tapi yang terjadi justru dilakukan oleh pimpinan pemerintahan yang setara dengan Butur sehingga bisa disimpulkan ini adalah bentuk campur tangan yang menciderai demokrasi dan tentu itu melukai hati masyarakat di Butur,” kata mantan Kepala Biro Humas Sultra ini.

[NEXT-FAJAR]

Lanjut Abu Hasan, seharusnya yang dilakukan para kepala daerah tetangga ini adalah turut membangun hubungan bertetangga dengan penuh persahabatan. Terlebih lagi, saat ini Kabupaten Butur serta lima daerah lainnya tengah mempersiapkan diri bersama-sama untuk dapat mewujudkan lahirnya satu provinsi baru yakni Provinsi Kepulauan Buton (Kepton). “Kalau pola seperti ini yang dilakukan justru akan saling menciderai antar sesama,” tukasnya.

[baca juga: Ini Hasil Pleno PPK di Pilkada Lima Kabupaten di Sultra]

Beruntung, Abu Hasan tidak langsung ikut terpancing dengan bentuk intimidasi dari yang dilakukan oleh kepala daerah tetangga. Dikatakan, setelah mendengar adanya kejadian seperti itu, Abu Hasan langsung menghimbau kepada para simpatisan dan pendukungnya agar tidak terpancing dan terprovokasi. “Saat itu saya tidak bereaksi negatif. Saya hanya menghimbau dan himbauan saya dipatuhi sehingga tidak terjadi kontak fisik. Memang ada sedikit dinamika, tapi bisa langsung ditangani oleh aparat keamanan,” jelasnya.

Meski demikian, Abu Hasan yang berdasarkan hasil pleno PPK memenangi pertarungan di Pilkada Butur tidak menunjukkan rasa amarah maupun dendam terhadap para kepala daerah yang dimaksud olehnya. Bahkan, ada saatnya nanti Abu Hasan akan menemui para kepala daerah tersebut untuk bersilaturahim.

“Pasca pelantikan nanti Insya Allah orang-orang ini akan saya temui untuk menunjukkan bahwa saya tidak marah, tidak sakit hati dan tidak dendam,” tandas Abu Hasan.

Sekedar diketahui, hasil Pilkada Butur berdasarkan pleno PPK menempatkan Abu Hasan – Ramadio yang didukung koalisi partai PDIP, Demokrat dan PKB itu mendapat perolehan suara terbanyak, yakni 19.186 suara atau 50,76 persen. Sementara pasangan nomor urut dua La Ode Ganiun – Ahmad Gamsir memperoleh 168 suara atau 0,44 persen dan pasangan nomor urut tiga Ridwan Zakaria – La Djiru yang diusung partai PAN, Gerindra, Hanura, PKS dan PKPI mendulang 18.443 suara atau 48,79 persen. (hrm)

To Top