Abu Hasan Siap Hadapi Gugatan di MK – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Abu Hasan Siap Hadapi Gugatan di MK

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Hasil pleno PPK sudah memastikan pasangan calon Bupati Kabupaten Buton Utara (Butur) Sulawesi Tenggara (Sultra) Abu Hasan – Ramadio keluar sebagai pemenang. Pasangan ini unggul atas pasangan calon incumben Ridwan Zakaria – La Djiru dengan selisih 1,97 persen.

Abu Hasan – Ramadio yang didukung koalisi partai PDIP, Demokrat dan PKB itu mendapat perolehan suara terbanyak, yakni 19.186 suara atau 50,76 persen. Sementara pasangan nomor urut dua La Ode Ganiun – Ahmad Gamsir memperoleh 168 suara atau 0,44 persen dan pasangan nomor urut tiga Ridwan Zakaria – La Djiru yang diusung partai PAN, Gerindra, Hanura, PKS dan PKPI mendulang 18.443 suara atau 48,79 persen.

Meski sudah dipastikan menjadi pemenang, setidaknya sampai pada tahap PPK, Abu Hasan mengaku masih tetap waspada. Menurutnya, sampai belum ada hasil pengumuman resmi dari KPU pada tanggal 16 Desember mendatang, semua kemungkinan-kemungkinan terburuk bisa saja terjadi.

Abu Hasan kini tengah berupaya untuk tetap memastikan suara yang diperolehnya adalah suara ril yang sesuai dengan formulir C1. “Yang dilakukan adalah memastikan suara itu adalah suara ril sesuai format C1. Kita tidak akan melakukan pemufakaan jahat dengan mengambil suara orang atau apapun itu demi memperoleh kemenangan. Kita akan tetap bertahan dengan selisih suara berdasarkan bukti fisik format C1 yang ada dan sudah di justifikasi melalui pleno KPU disemua kecamatan di Butur,” tegas Abu Hasan yang ditemui awak media Fajar.co.id di Jakarta akhir pekan kemarin.

[baca juga: Abu Hasan: Lawan Incumben, Saya Dikeroyok Tiga Kepala Daerah]

[baca juga: Ini Hasil Pleno PPK di Pilkada Lima Kabupaten di Sultra]

Dijelaskan, dengan selisih yang cukup tipis tersebut, Abu Hasan tidak menampik bakal ada gugatan yang akan dilayangkan oleh pasangan calon yang merasa dirugikan. Olehnya itu, pihaknya pun telah mempersiapkan diri untuk menghadapi gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK) dengan mempersiapkan pengacara, baik pengacara dari partai pendukung maupun pengacara yang ingin memberikan kontribusinya.

“Sudah pasti akan ada gugatan. Tentu kalau memastikan bahwa selisih angka itu kami peroleh dari sumber dan cara yang benar, itu yang akan kita kuatkan di persidangan MK nanti melalui pengacara KPU ataupun dari pihak terkait. Karena saya melihat nanti yang akan digugat bukan pasangan calon, tapi pihak penyelenggara. Tapi, tentu kami juga akan siapkan pengacara dan itu semua sudah saya laporkan kepada partai pendukung saya yang berada di pusat,” tandas mantan Kepala Biro Humas Pemprov Sultra ini. (hrm)

Click to comment
To Top