Ini Hasil Pleno PPK di Pilkada Lima Kabupaten di Sultra – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Ini Hasil Pleno PPK di Pilkada Lima Kabupaten di Sultra

FAJAR.CO.ID, KENDARI – Panitia Pemilihan Kecamatan (PPK) pada lima kabupaten telah tuntas melaksanakan pleno rekapitulasi suara. Lima kabupaten tersebut yakni Konawe Selatan, Konawe Kepulauan, Konawe Utara, Buton Utara, dan Wakatobi. Sementara dua daerah lainnya yakni Kabupaten Muna dan Kolaka Timur, pleno PPKnya masih ngadat. Bahkan, dua daerah ini belum tuntas mengunggah formulir C1 ke laman KPU RI melalui https//pilkada2015.kpu.go.id.

Meskipun pleno PPK di Koltim belum tuntas 100 persen karena adanya pemungutan suara ulang (PSU) di TPS 3 Ladongi Jaya, namun tidak mengurangi perolehan suara pasangan nomor urut 2, Tony Herbiansyah-Andi Merya Nur. Pasangan ini masih bertengger pada posisi pertama peraih suara terbanyak dan jauh meninggalkan para rivalnya.

Sangat berbeda dengan kondisi di Muna. Persaingan ketat pasangan calon LM Rusman Emba-Malik Ditu dengan LM Baharuddin-La Pili masih sengit. Hingga pukul 22.40 Wita, unggahan formulir C1 sudah mencapai 91,90 persen untuk 295 dari 321 TPS. Rusman Emba-Malik Ditu unggul 44.432 suara atau 47,61 persen. Sedang Baharuddin-La Pili meraih 43,923 suara atau 47,07 persen. Namun, masih ada 26 TPS khususnya di Kecamatan Tongkuno belum masuk plus kecamatan Katobu masih ada 4,65 persen belum terunggah.

Lima daerah telah tuntas. Hasil Pleno PPK di Konawe Kepulauan (Konkep), pasangan Amrullah-Andi Muh Lutfi memperoleh suara terbanyak, yakni 11.511 suara atau 52,74 persen. Mengungguli Nur Sinapoy-Abdul Salam yang hanya mengumpulkan 9.750 suara atau 44,67 persen.

Konawe Selatan, pasangan Surunuddin Dangga-Arsalim menang telak atas rival-rivalnya, yakni 56.827 suara (38,08 persen). Hanya pasangan Muh Endang-Nurfa Thalib yang mendekati perolehan suara yakni 45.852 suara (30,73 persen). Di Konawe Utara dan Buton Utara paling menarik, karena petahana tumbang. Buton Utara, pasangan Ridwan Zakaria-La Djiru hanya mengumpulkan 18.443 suara (48,79 persen), kalah tipis dari pasangan nomor urut 1, Abu Hasan-Ramadio yang berhasil merebut 19.186 suara atau 50,76 persen. Konawe Utara juga begitu, Aswad Sulaiman tumbang oleh sang rival Ruksamin dengan selisih 743 suara atau sekira 1,99 persen.

Wakatobi juga sudah ada pemenangnya. Hanya saja selisihnya sangat tipis sekali. Pasangan nomor urut 1, Haliana-Syawal memperoleh 28.097 suara (49,32 persen) sedangkan Arhawi-Ilmiati meraih 28.870 suara (50,68 persen).

[NEXT-FAJAR]

Pilkada Koltim sudah bisa diketahui pemenangnya karena perbedaan perolehan suara sangat jomblang. Pasangan Tony Herbiansyah-Andi Meya Nur memperoleh 20.670 suara (41,23 persen), unggul jauh dari peraih suara terbanyak kedua, Wahyu Ade Pratama Imran-Idul Fitri Syam yang hanya mengumpulkan 14.367 suara (28,65 persen). Memang masih ada 57 TPS belum diunggah di websiteKPU, namun berdasarkan hitungan cepat lembaga survey (JSI), perolehan suara tidak akan jauh bergeser (40 persen untuk kemenangan Tony). Bukan hanya itu, jika dikalkulasi lebih jauh, jumlah suara yang belum dihitung tidak akan memengaruhi perolehan suara dimiliki pasangan berakronim Tentram itu.

[baca juga: Abu Hasan: Lawan Incumben, Saya Dikeroyok Tiga Kepala Daerah]

Ketua KPU Sultra, Hidayatullah membenarkan kalau hampir semua PPK menuntaskan pleno rekapitulasi perolehan suara kandidat masing-masing daerah. Sesuai jadwal kata dia, PPK diberi waktu sampai 16 Desember untuk menyelesaikan proses rekap data TPS tersebut. Kalaupun selesai lebih cepat dari jadwal, tidak masalah. “Setelah tuntas di PPK, lanjut pleno di KPU. Kalau tidak ada gugatan, KPU bisa langsung umumkan pemenang Pilkada. Kalau ada, menunggu dulu keputusan Mahkamah Konstitusi (MK),” jelasnya. Sesuai jadwal tahapan Pilkada, KPU akan mengumumkan hasil Pilkada pada 21-22 Desember 2015.

Namun jika ada gugatan di Mahkamah Konstitusi (MK), KPU akan menunggu dulu sampai tuntas. KPU lanjut Hidayatullah memberi kesempatan bagi para kandidat yang kalah untuk menggugat, setelah pengumuman peraih suara atau pemenang Pilkada. “Mekanisme tentang gugatan di MK, semua kandidat sudah tahu. Termasuk syarat-syarat yang bisa dipenuhi dan diterima MK juga,” terangnya.

Sesuai aturan, sidang gugatan sengketa hasil Pilkada dibatasi hanya 45 hari kerja. Dalam tahapan KPU juga disebutkan, kalau terjadi sengketa maka pemenang Pilkada diputus pada 12-13 Maret 2016. “Regulasinya seperti itu,” lanjutnya.

Lebih jauh, Ketua KNPI Sultra menjelaskan, hasil Pilkada serentak sulit untuk dimanipulasi. Sebab, sejak dari TPS, pleno PPK hingga KPU nantinya semua terbuka untuk publik. Mulai tingkat TPS, kata dia, semua saksi Paslon, Panwas, termasuk masyarakat yang hadir saat perhitungan suara punya data soal itu. Sehingga, ketika nantinya berbeda pasti ketahuan. “Jadi, ada kontrol publik saat perhitungan suara. Semua orang bisa mendokumentasikan hasil perhitungan suara, baik saat di TPS maupun pleno PPK. Jadi, jangan ada keraguan soal hasil Plkada kali ini,” katanya.

Ketua KPU Konkep Jainuddin D mengatakan, pleno di KPU sesuai jadwal akan dilaksanakan pada tanggal 17 Desember 2015. Menurutnya, pleno PPK berjalan dengan baik dan aman. Mudah-mudahan hal itu juga terjadi saat pleno di KPU. “Fungsi KPU nanti saat pleno hanya mengkroscek dan mencocokkan data yang salah tulis. Jadi kami tidak punya kewenangan untuk mengurangi jumlah suara masing-masing paslon,” kata Jainuddin D. (p1/ris)/gol/ing/b)

To Top