Lagi, Kejagung Periksa Maroef Sjamsoeddin – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Lagi, Kejagung Periksa Maroef Sjamsoeddin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Kejaksaan Agung kembali memeriksa Presiden Direktur PT Freeport Indonesia Maroef Sjamsoeddin dalam penyelidikan perkara dugaan pemufakatan jahat terkait perpanjangan kontrak karya PT. Freeport, Senin (14/12).

Mengenakan batik lengan panjang berwarna coklat, Maroef terlihat telah hadir di Kejagung sejak pukul 09.50 WIB tadi. Ia mengaku datang untuk memberi keterangan lanjutan dalam penyelidikan perkara yang melibatkan Ketua DPR Setya Novanto dan pengusaha minyak Riza Chalid.

“Saya datang untuk memberikan keterangan lanjutan, substansinya saja. Mengenai apa saja yang hendak ditanyakan silakan tanyakan pihak Kejaksaan Agung,” ujar Maroef sebelum masuk ke gedung bundar.

Selain Maroef, Kejagung hari ini juga memeriksa sekretaris pribadi Setya Novanto dalam penyelidikan perkara yang sama. Namun, hingga saat ini sekretaris bernama Dina tersebut belum kunjung datang ke Kejagung. “Ya hari ini (14/12) Sekretaris pribadi Setya Novanto juga kami undang untuk dimintai keterangan,” kata Kepala Pusat Penerangan Hukum Kejagung, Amir Yanto.

Sebelumnya, Pada Kamis (10/12) lalu, tim intelijen Kejagung diketahui telah menyalin isi rekaman dalam Closed Circuit Television (CCTV) Hotel Ritz Carlton yang menjadi tempat pertemuan Setya, Riza, dan Chalid. Saat itu, Jampidsus Arminsyah berkata, sekretaris pribadi Setya merupakan aktor yang memesan ruangan di Ritz Carlton untuk pertemuan ketiga tokoh tersebut Juni lalu.

“Yang memesan (ruang hotel) kan Dina (sekretaris Setya),” kata Arminsyah.

Kejagung diketahui sedang menyelidiki dugaan pemufakatan jahat berujung tindak pidana korupsi oleh Setya Novanto. Penyelidikan dilakukan berdasarkan Pasal 15 Undang-Undang Nomor 31 tahun 1999 Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi tentang pemufakatan jahat.

Perkara dugaan pencatutan nama Presiden Joko Widodo oleh Setya terungkap setelah Menteri ESDM Sudirman Said melaporkan hal tersebut ke Mahkamah Kehormatan Dewan pada 16 November. (elf/JPG)

loading...
Click to comment
To Top