Berbahaya! Penyakit Hepatitis yang Menjangkit Mahasiswa IPB Ternyata Menular – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Berbahaya! Penyakit Hepatitis yang Menjangkit Mahasiswa IPB Ternyata Menular

FAJAR.CO.ID, BOGOR-Pemkab Bogor akhirnya mengambil alih penanganan kasus hepatitis di lingkungan Kampus IPB Dramaga. Terhitung mulai pekan ini, seluruh biaya pengobatan para penderita menjadi tanggungan pemerintah.

Keputusan itu disampaikan Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bogor, Camalia W Sumaryana, pada konferensi pers, Senin (14/12/2015).

Setelah mengantongi hasil uji laboratorium terhadap 300 mahasiswa secara bertahap, Pemkab menetapkan peristiwa hepatitis IPB sebagai Kejadian Luar Biasa (KLB).

“Kemarin kita tidak mau terburu-buru tetapkan KLB karena kita belum mendapatkan bukti otentik terhadap kasus tersebut,” ujarnya kepada pewarta.

BACA JUGA: SERU… Ini Hasil Drawing Babak 16 Besar Liga Champions

Meski biaya pengobatan ditanggung pemerintah, Camalia tetap meningatkan pihak kampus untuk menyertakan mahasiswa ke program BPJS.

“Karena ternyata sebagian besar belum menjadi peserta,” ungkapnya.

Sampai saat ini, sudah 37 orang yang dinyatakan positif mengidap hepatisis A. Angka tersebut masih berpotensi bertambah, karena jumlah mahasiswa IPB mencapai 22 ribu jiwa.

Sedangkan Dinkes bersama IPB baru melakukan screning terhadap 405 mahasiswa. Camalia bertekad akan memutus mata rantai penyakit supaya tidak menular.

“Masa inkubasi atau berkembang biaknya virus itu antara dua pekan hingga delapan pekan, sepanjang itu akan terus kita pantau. Pasien yang tertular kita berikan perawatan secara intensif supaya tidak menularkan kepada yang lain,” cetusnya. [NEXT-FAJAR]

Dinkes juga telah berkomunikasi dengan Rektorat IPB untuk melakukan disinfektan lingkungan kampus. Sasarannya adalah kantin-kantin yang selama ini menjadi tempat makan mahasiswa. Sementara di wilayah lingkar kampus, Dinkes berkoordinasi dengan Muspika setempat.

“Kita belum bisa pastikan dari mana sebenarnya virus ini, apakah dari luar atau dari lingkungan kampus,” imbuhnya.

Kabid Pencegahan pemberantasan penyakit dan kesehatan lingkungan (P2PKL) Dinkes Kabupaten Bogor, dr Kusnadi menambahkan, IPB masih berpotensi epidemi atau wabah Hepatitis A, mengingat kawasan tersebut dihuni kelompok mahasiswa dengan kesibukan dan stress yang tinggi. Untuk itu, ia meminta pihak kampus menyiagakan sarana dan tenaga kesehatan.

“Tetapi yang perlu jadi perhatian juga terkait kesiapan IPB menangani masalah kesehatan masyarakat kampus,” imbuhnya.

Kusnadi mengatakan, hasil pemantauan lapangan, IPB hanya memiliki satu klinik yang sangat tidak memadai. Jam praktek klinik, kata dia, hanya Senin hingga Jumat. Itupun hanya buka hingga sore hari.

“Padahal ada ribuan mahasiswa yang tinggal di asrama, Dinkes akan meminta klinik praktek selama 24 jam selama seminggu,” katanya.

Selain itu, klinik juga harus berfungsi untuk mengakomodasi kebutuhan pelayanan masyarakat kampus dan terus berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan.

“Selama ini, klinik tersebut tidak pernah kordinasi,” katanya.

Dinkes juga akan melakukan penyuluhan secara rutin untuk meningkatkan kesadaran pola hidup bersih terhadap masyarakat kampus, terutama kantin yang menjadi tempat mahasiswa makan dan minum. Pihak kampus juga diminta ketat mengawasi jasa Katering yang digunakan.

“Katering harus ada sertifikat higienis,” pungkasnya. (ful/radarbogor)

loading...
Click to comment
To Top