Inilah Empat Alasan Andik Lebih Memilih Malaysia Ketimbang Indonesia – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Sport

Inilah Empat Alasan Andik Lebih Memilih Malaysia Ketimbang Indonesia

FAJAR.CO.ID, KUALA LUMPUR- Andik Vermansah sudah memastikan perpanjangan kontrak selama dua tahun di Selangor FA. Dia merasa cukup senang disana, karena itu enggan untuk balik ke Indonesia dalam waktu dekat.

Andik menjelaskan, bukan sekadar bayaran yang membuatnya betah tinggal di sana. Tapi, ada alasan lain yang membuat pemain 24 tahun itu untuk sejenak mengilangkan niatnya pulang kampung dan merumput di tanah air.

Apa saja itu? berikut empat alasan mengapa Andik lebih senang di Malaysia, seperti yang pernah dituturkan Andik dalam beberapa kesempatan mengobrol dengannya via pesan singkat.

1. Kejelasan Kontrak

Di Malaysia, Andik Vermansah mendapatkan kontrak yang bisa dibilang lebih besar dari Indonesia. Bukan dari nilai keseluruhan kontrak, tapi dari kepastian pembayaran. “Kalau di Indonesia kontraknya besar tapi bisa tak dibayar beberapa bulan, kalau di sini alhamdulillah lancar,” ujar Andik beberapa waktu lalu.

2. Fasilitas Terjamin

Menjadi pemain asing, fasilitas memang harus dijamin, termasuk sarana pendukung. Andik merasa senang karena di negeri jiran, dia mendapatkan fasilitas apartemen dan mobil pribadi. “Enak di sini, dapat mobil apartemen, fasilitasnya terjamin,” terangnya.

3. Mendapat posisi Inti

Andik saat tiba di Malaysia pada 2013 lalu memang hanya berstatus pemain pengganti. Tapi, hanya butuh empat pertandingan bagi Andik untuk menegaskan bahwa dirinya lebih layak menjadi satarting XI Selangor FA. “Saya dipercaya inti. Itu sangat menyenangkan dan membuat saya semakin termotivasi untuk memberikan yang terbaik,” jelas Andik.

4. Sepak bola dan kompetisi jalan terus

Andik memilih tetap di MSL karena nasib kompetisi di sana lebih jelas dibandingkan dengan Indonesia. Apabila kembali ke tanah air, maka dia belum tentu bisa menjalani kompetisi karena sejauh ini, belum ada kompetisi yang berjalan. “Di sini ada kompetisi, di Indonesia masih belum selesai masalahnya,” tegas Andik. (dkk/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top