MKD Ujung Tombak Penegakan Etika Dewan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ragam

MKD Ujung Tombak Penegakan Etika Dewan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sidang Majelis Kehormatan Dewan (MKD) yang telah menghadirkan berbagai saksi, diantaranya Menteri ESDM, Menkopolhukam Luhut Pandjaitan, Presiden Direktur PT Freeport Maroef Sjamsoeddin, dan Ketua DPR Setya Novanto akan mengambil putusan terkait skandal pencatutan nama Presiden Jokowi yang meminta saham sebesar 11 persen, pada hari ini, Rabu 16 Desember.

Anggota Dewan Kehormatan Dewan (MKD) Sarifuddin Sudding menyatakan, kesaksian Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan dalam sidang tidak banyak mempengaruhi MKD dalam membuat keputusan. Sebab, Luhut tidak ikut dalam pertemuan antara Ketua DPR Setya Novanto, pengusaha Riza Chalid dan Presiden Direktur PT Freeport Indonesia, Maroef Sjamsoeddin.

“Nyaris tak ada poin penting dari penjelasan Pak Luhut terkait pelanggaran kode etik Novanto. Tidak banyak hal yang dijadikan pertimbangan MKD dalam buat keputusan,” kata Sudding di Jakarta, Senin malam 14 Desember.

Sejak awal, kata Sudding, kehadiran Luhut tak diperlukan di MKD. Namun, karena namanya banyak disebut-sebut dalam rekaman (66 kali) Novanto, Riza dan Maroef membuat MKD memerikan tempat untuk Luhut. Artinya keterangan Luhut ada hubungannya dengan pelanggaran kode etik Novanto yang kini ditangani MKD.

“Tanpa diperiksa pun Pak Luhut sudah bisa diambil kesimpulan. Ruangan tadi hanya memberikan kesempatan posisi dia,” katanya.

Politisi Hanura itu menjelaskan, masing-masing anggota MKD akan membuat putusannya. Selanjutnya dibacakan dalam sidang putusan yang rencananya digelar paling lambat Kamis pekan ini.

Dalam rapat Senin malam, MKD memutuskan tidak akan memanggil paksa pengusaha Riza Chalid. MKD akan langsung memutuskan kasus dugaan pelanggaran kode etik yang menjerat Novanto pada Rabu 16 Desember.

“Dengan perdebatan, diputuskan hari Rabu pukul 13.00 WIB kita akan konsinyering untuk mengambil putusan,” kata Wakil Ketua MKD Junimart Girsang usai rapat internal.

Junimart menyatakan, dirinya ingin Riza dihadirkan dalam sidang Sebab, Riza ikut langsung dalam dua pertemuan antara Novanto dan Maroef.

Dalam pertemuan terakhir di Hotel Ritz Carlton Jakarta pada 8 Juni 2015, diduga adanya permintaan saham PT Freeport dengan mencatut nama Presiden Joko Widodo dan Wakil Presiden Jusuf Kalla.

“Saya beranggapan Riza yang paling mengetahui anatomi pertemuan. Tapi yang lain menilai waktunya sudah mepet kalau memanggil Riza,” ucap Junimart.

[NEXT-FAJAR]

Politisi PDIP ini menambahkan, rapat internal Senin malam juga memutuskan bahwa MKD tidak perlu lagi memverifikasi rekaman asli percakapan antara Novanto, Riza dan Maroef. Sebab, rekaman tersebut berada di Kejagung dan Maroef sebagai pihak yang merekam tak mengizinkan alat bukti itu diberikan kepada siapapun.

MKD telah meminta keterangan Menteri ESDM Sudirman Said, sebagai pelapor, Maroef sebagai saksi kunci, Novanto sebagai terlapor, dan Menko Polhukam Luhut Binsar Pandjaitan.

Sementara itu menurut Pakar Hukum Tata Negara dari UGM, Zainal Arifin Mochtar, MKD tak perlu mempersoalkan rekaman yang dinilai ilegal.

Majelis Kehormatan Dewan (MKD) DPR harus fokus pada pelanggaran etik dalam kasus “Papa Minta Saham” yang melibatkan Ketua DPR RI Setya Novanto.

Dengan demikian, persoalan pelanggaran etik dalam kasus ini tidak “kabur” dan MKD dapat segera menjatuhkan sanksi. Pasalnya, domain MKD adalah pada pelanggaran etik yang dilakukan Novanto yang menjabat sebagai Ketua DPR namun menjalankan kegiatan layaknya broker politik.

“Tidak sepatutnya ketua DPR bertemu dengan pengusaha dan membicarakan hal-hal yang bukan kewenangannya. Pembicaraanya juga ngeri-ngeri sedap, ngatur soal ini, ngatur soal itu,” kata Zainal.

Dia menegaskan, MKD juga tidak perlu lagi memanggil pihak-pihak lain, setelah mendengar rekaman dan kesaksian dari pihak-pihak yang terlibat dalam kasus “Papa Minta Saham”.

“Kalau saya, tidak perlu lagi panggil-panggil yang lain, tinggal putuskan saja sanksinya. Pelanggaran etiknya kan sudah terang benderang,” kata Zainal. (idr/fmc)

Click to comment
To Top