Awalnya Bisnis Coklat, Vania Justeru Panen Hasil dengan Bisnis Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Ekonomi & Bisnis

Awalnya Bisnis Coklat, Vania Justeru Panen Hasil dengan Bisnis Ini

FAJAR.CO.ID,  JAKARTA – Vania Aprilia Effendy akhirnya mengubah konsep bisnis cokelatnya. Alumnus Universitas Wijaya Kusuma tersebut memilih buket yang terbuat dari cokelat Ferrero Rocher.

Namun, buket akan hilang saat cokelat termakan habis. Kemudian, dia berusaha mencari ide buket lain yang tahan lama dan unik. Pilihannya jatuh pada paduan bunga dan boneka.

“Kalau wisuda atau ulang tahun, keduanya hampir selalu ada dan diberikannya terpisah,” kata Vania seperti yang dilansir Jawapos (Grup FAJAR.CO.ID), Rabu (16/12).

Penghobi traveling itu pun belajar cara merangkai bunga dan boneka. Dia memulai bisnis baru dengan bunga dan boneka. Vania mengungkapkan, adanya boneka memberikan sentuhan berbeda pada rangkaian bunga.

Susunan bunga yang lebih hidup dan ceria seolah menyampaikan kegembiraan si pemberi atas keberhasilan si penerima buket. Namun, membuatnya ternyata tidak mudah. Terlebih, Vania tidak memiliki keterampilan merangkai bunga.

“Ngatur bunga saja sulit, apalagi mau ditambah boneka,” ucap dia.

Meski Vania sudah belajar karena masih belum terbiasa, hasilnya masih kurang rapi dan elok. Namun, dia tidak berhenti.

“Namanya juga coba-coba, harus diteruskan sampai berhasil lah,” ujarnya, lalu tertawa.

Keterampilan saat menyusun buket cokelat hanya sedikit membantunya. Selebihnya, dia harus berkreasi dan belajar dari internet.

Setelah berhasil membentuk buket bunga dan boneka yang rapi, Vania mulai menerima orderan. Jumlahnya cukup lumayan bagi orang yang baru memulai bisnis.

“Apalagi, waktu saya merilis edisi buket boneka karakter awal 2015, kompetitor masih belum banyak dan langsung jadi tren,” jelas Vania.

Lewat feedback pelanggan, Vania makin memperbaiki kualitas buket karyanya. Kadang ada yang berkomentar bahwa warna atau ukuran bunga perlu lebih variatif. Atau, penataan boneka harus lebih rapi.

“Semua itu jadi bahan evaluasi untuk produk yang lebih baik,” tutur Vania.

Boneka karakter di buket Vania laksana fashion, yang senantiasa mengikuti tren. Misalnya, ketika film Minions dirilis, boneka makhluk kuning itu diserbu pemesan.

Pada waktu lain, karakter Anger dari Inside Out digemari beberapa minggu setelah film animasi Pixar tersebut ditayangkan di bioskop. Ada pula yang selalu ramai meski tidak musiman seperti boneka Teddy Bear dan anjing husky.

Supaya buket tetap awet, Vania memilih bunga plastik. Bunga itu mudah disimpan atau dibersihkan. Jika dia menggunakan bunga segar, dikhawatirkan getah atau air dari bunga bakal merusak boneka. Selain itu, ketika bunga layu, keindahan buket hilang walau masih ada boneka. (len/c14/jan)


Click to comment
To Top