Ini Kronologi Anggota Mapala UVRI yang Meninggal saat Diksar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Ini Kronologi Anggota Mapala UVRI yang Meninggal saat Diksar

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR--Pengurus Mahasiswa Pencinta Alam (Mapala) UVRI melusurkan pemberitaan terkait pemberitaan meninggalkan anggota Mapala UVRI, Akbar Alwi Senin 7 Desember lalu di Bislab Maros.

Keterangan tertulis yang diterima fajaronline.com menyebutkan, alm Akbar Alwi meninggal bukan karena dianiaya. “Kami mengklarifikasi bahwa semua yang diberitakan beberapa media itu tidak benar adanya bahwa salah satu peserta diklat cinta alam MAPALA UVRI meninggal karena dianiyaya. Almrhum ada penyakit bawaan,” kata Novianus selaku menjabat Ketua MAPALA UVRI, Selasa, (15/12/2015).

Lebih lanjut ia menuturkan bahwa kegiatan materi lapangan tersebut dilakukan sejak 30 November hingga 10 Desember 2015. Kegiatan ini start dari Dusun Kaccilolo Malino, Kabupaten Gowa sampai ke Bislab, Dusun Pattunuang, Kabupaten Maros.

Novanto menjelaskan lebih jauh, dari awal kegiatan alm Akbar Alwi masih dalam kondisi sehat. Sampai pada Jum’at,(4/12/2015) para peserta berada di kampung Lappara menuju perbatasan Gowa – Maros. Di sini para peserta menerapkan materi survival.

Sabtu (5/12/2015), peserta berada di kampung baru Kabupaten Maros dan dilanjutkan perjalanan menuju kampung Bonto-bonto. Selama dalam perjalanan Akbar terjatuh ke jurang kira memiliki kedalaman 2 meter dari tempat ia terjatuh yang dikarenakan kondisi medan yang curam dan kondisi cuaca pada saat itu hujan deras.

“Di sini panitia langsung memberikan pertolongan kepada almarhum dan ketika di tolong dia mengalami memar pada bagian mata yang dikarenakan mengenai benda yang cukup keras. Tetapi kondisi Akbar masih tetap kuat untuk melanjutkan perjalanan ke camp selanjutnya yaitu kampung Bonto-bonto Maros,” beber Novanto.

Nah, pada Minggu (6/12/2015) para peserta melanjutkan perjalanan menuju kampung Sarea, Kabupaten Maros. Dalam perjalanan kondisi Akbar masih dalam keadaan sehat. Setelah tiba di Sarea, Maros mengkonsumsi nangka, jamur, dan mangga yang masih mengkal. Ia juga masih sempat makan nasi namun hanya dua sendok saja.

Senin (7/12/2015) para peserta siap–siap dan akan melanjutkan perjalanan menuju daerah Bislab, Dusun Pattunuang, Maros. Sebelum melakukan perjalanan ke daerah selanjutnya, Akbar mengeluh perutnya sakit dan memberitahukan kepada koordinator peserta yang biasa di sebut koper yaitu Jufri Sepang.

[NEXT-FAJAR]

“Koper perut saya terkancing sakit sekali dan tidak bisa berdiri”, begitu keluh Akbar kepada rekan-rekannya saat itu.–Koper adalah sebutan lain dari perut.

Akbar memang ada riwayat sakit maag. Setelah itu salah satu panitia mengambil obat promag dan dikonsumsi oleh Akbar. Namun kondisi Akbar belum juga pulih.

Setelah melihat kondisi Akbar panitia berinisiatif memulangkan, namun dia sendiri menolak untuk dipulangkan. Akhirnya panitia meminta dia istirahat dan beberapa panitia memijit badan Akbar sambil melemaskan tubuh alm. Setelah itu salah satu panitia memasak mie dan diberikan oleh almarhum untuk dikonsumsi.

Kemudian para peserta melanjutkan perjalanan namun kondisi alm tidak memungkinkan melanjutkan perjalanan jadi salah satu panitia langsung membuat tandu dan menandu Akbar sampai di dekat sungai sebelum mendapat daerah bislab, Akbar diberikan susu dan biskuit kemudian muntah dan melihat kondisi tersebut, salah satu panitia langsung melanjutkan perjalanan sampai menandunnya keluar dari daerah Bislab.

Selama Akbar ditandu ia juga terus menyanyikan lagu Mars MAPALA UVRI. Setelah sampai di Dusun Pattunuang, salah satu panitia mencari tumpangan dan langsung dilarikan ke puskesmas Bantimurung. Sesampainya di puskesmas nyawa Akbar sudah tak bisa ditolong. (*/FAJARONLINE)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top