Kisah Nirwana, Bocah yang Ayahnya Dilindas Truk itu Masih Trauma – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Kisah Nirwana, Bocah yang Ayahnya Dilindas Truk itu Masih Trauma

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Tragedi maut di Jalan Hertasning, Senin, 14 Desember, masih menyisakan mendalam bagi Rezky Nirwana. Dalam peristiwa itu, ayahnya, Jafar, tewas dilindas truk.

Kemarin, pagi, penulis mendatangi rumah korban di Jalan Pandang IV/ 7 Makassar. Kiki sapaan–Rezky Nirwana terlihat menangis tersedu-sedu.

Hingga meninggalkan rumahnya, Kiki tidak berbicara. Ia terus menangis terseduh-seduh, seperti tak ikhlas kehilangan sosok ayah. Tatapannya pun kosong.

Tragedi yang menewaskan ayah kandungnya. masih terngiang di benaknya. Maklum, hubungan antara ayah dan dirinya sangat terasa.

Kemanapun Jafar pergi pasti ada Kiki. “Jangan mi bilang. Salat Jumat pun Kiki ikut sama bapak,” kata putri ketiga Jafar, Birma saat ditemui.

Di kalangan tetangganya, Jafar dikenal seorang sabar, pemalu dan tidak suka lama-lama berbicara. Akan tetapi, ketika Jafar melihat Kiki ia pasti tersenyum.

Demikian sebaliknya. Apabila Kiki melihatnya pasti akan menemui Jafar. “Tidak ada bisa marahi (Kiki) kalau ada bapak. Dia masih trauma. Jangankan ayah. Orang dekatpun jika dilihat seperti itu pasti trauma,” lanjutnya.

Dalam peristiwa yang merenggut nyawa ayahnya itu, sebenarnya Kiki dalam keadaan pingsan. Kontak batin antara ayah dan anak tetap ada. Ia mengetahui kalau bapaknya telah meninggalkannya.

“Meninggalki Bapak, Mama? “Tidak, Nak. Belum kita tau pi karena masih ditangani dokter” jawab ibunya. “Tidak mentong Mama. Meninggalki Bapak”. Begitu percakapannya sama Ibuku,” sambung Birma.

[NEXT-FAJAR]

Atas kejadian itu, Birma berharap pemerintah mempertegas perwali truk untuk mengurangi kecelakaan di jalan.

“Saya minta pemerintah tegas. Bagi pengendara, truk seperti monsternya di jalan. Karena ukurannya besar dan tidak sedikit sopir truk ugal-ugalan di jalan,” tegasnya.

Selain itu, pihak keluarga korban meminta pertanggungjawaban perusahaan pemilik truk untuk dapat bertanggungjawab mengenai kerugian yang dialami.

“Bapakku mi itu cari uang, dia mi kasi makan ki. Tidak adami sekarang yang nafkahi ki, apalagi Kiki masih kecil,” sesalnya. (Arifuddin/FAJARONLINE)


loading...
Click to comment
To Top