Peringati Hari Juang Kartika, TNI Pamer Alutsista – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Peringati Hari Juang Kartika, TNI Pamer Alutsista

SEMARANG, RAJA – Untuk memperingati Hari Juang Kartika Tentara Nasional Indonesia (TNI) yang jatuh pada tanggal 15 Desember, Komando Daerah Militer (Kodam) IV Diponegoro mengadakan pameran alutsista di museum Mandala Bhakti 13-16 Desember.

Pameran ini diikuti oleh 21 peserta, 19 peserta diantaranya merupakan berbagai kesatuan di bawah Kodam IV Diponegoro Jawa Tengah terdiri dari; SatKodam IV Diponegoro, Akademi Militer (Akmil) Magelang, Ajendam IV Diponegoro, Pomdam IV Diponegoro, Bekamdam, Paldam IV Diponegoro, Grup 2 Kopasus Kandang Menjangan Surakarta, Arhanduse 15, Yonsipur IV, Yonkaf 2 Tank, Kikafser Serbu I, Riders, Topdam, Pengdam, Pusdik Penerbad, Puskopkar, Kesdam, Sritex dan Tosa.
“Tepat tanggal 15 ini diadakan upacara untuk memperingati hari Juang Kartika,” ujar Kapten CPL Paldam IV Joko Santoso.
Menurut Joko pameran alutsista bertujuan untuk pembelajaran anak-anak untuk mengenal perlengkapan dan persenjataan di TNI. “Pameran alutsista ini sebagai pembelajaran anak-anak untuk mengenal perlengkapan dan persenjataan TNI, karena even seperti ini jarang ditemui,” kata Joko.
Tidak seperti biasanya museum Mandala Bhakti yang biasanya terlihat sepi kini dipenuhi pengunjung untuk melihat pameran alutsista yang digelar Kodam IV Diponegoro. Beberapa warga berkesempatan berfoto dengan kendaraan dan perlengkapan perang TNI itu.
Hal serupa dilakukan Kabul (50) warga Sekayu Semarang yang membawa serta putranya ke museum Mandala Bhakti, tak biasanya dia mengunjungi museum Mandala Bhakti. “Kebetulan ada acara pameran ini saya ajak anak saya kesini,” tuturnya.
Menurutnya pameran seperti ini sangat diperlukan sebagai pembelajaran bagi anak-anak untuk mengenal TNI. “Acaranya positif, bagus, buat anak-anak sebagai pengetahuan. Anak-anak biasanya senang dengan kendaran TNI seperti tank dan helikopter. Masyarakat jadi lebih tahu dan lebih dekat dengan TNI,” imbuhnya.
Sedangkan di dalam museum Mandala Bhakti, pengelola museum yang turut memeriahkan Hari Juang Kartika 2015 mengajak pengunjung melihat beragam peninggalan perjuangan bangsa Indonesia. Benda-benda tersebut tersimpan di lantai dua museum tersebut.
Diantara berbagai benda peninggalan perjuangan bangsa Indonesia terselip barang-barang milik simpatisan Partai Komunis Indonesia (PKI). Pengelola museum memang sejak puluhan tahun silam menyimpan barang sisa pemberontakan PKI di bangunan lantai dua.
Salah satu almari kaca terdapat selembar bendera China berlambang palu-arit. Ada pula sebuah clurit, kain sarung, ikat kepala berwarna hitam, pentungan dan seutas kain kolor. Konon barang-barang tersebut pernah dipakai para simpatisan PKI saat Gerakan 30 September 1965 (G30S) meletus.
Di bagian lain, diperlihatkan pula bekas buku ajaran komunisme berukuran kecil lengkap dengan alat cungkil mata, pisau dan bendera berlogo lima bintang kuning khas lambang negara Vietnam.
Siswanto, pengunjung yang datang jauh-jauh dari Salatiga,mengatakan dirinya jarang melihat benda-benda komunisme yang disimpan di dalam museum. “Jadi, saya senang dengan dibukanya museum ini untuk mendukung pameran Alutsista di Semarang yang berlangsung selama tiga hari ke depan,” kata Siswanto yang datang bersama tiga anak dan istrinya.
Desinta Nurahmah, pengunjung lainnya mengaku baru sekarang bisa melihat barang peninggalan PKI setelah sekian lama tersimpan di Museum Mandala Bhakti. “Bisa mempelajari bagaimana dulu TNI menumpas gerakan radikal seperti PKI,” ucapnya.
Sementara itu ditanya mengenai kesiapan Paldam IV Diponegoro terkait persiapan pengamanan Natal dan Tahun Baru, Kapten CPL Paldam Diponegoro Joko Santoso menyatakan belum ada surat perintah dari Gubernur Jawa Tengah ganjar Pranowo. “Belum ada surat perintah dari Panglima, tapi biasanya ada tiap tahun dan kami siap membantu mengamankan Hari Natal dan Tahun Baru,” ungkapnya. (irf)

loading...
Click to comment
To Top