Shamsi Ali Bicara Islamofobia Hingga Arogansi Donald Trump – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Shamsi Ali Bicara Islamofobia Hingga Arogansi Donald Trump

FAJAR.CO.ID, TANGERANG – Ketakutan berlebihan atas Islam (Islamofobia) makin merebak di dunia barat. Hal ini makin menjadi-jadi setelah teror di Prancis dan Amrika yang mengatasnamakan Islam. Ini pula yang membuat salah satu Capres Amerika Donald Trump mengkampanyekan anti Islam.

Masalah Islam Fobia ini menjadi topik pembicaraan Imam Besar Masjid New York, USA pada diskusi publik “Peluang dan Tantangan Islam di Dunia Barat” di Sekolah Insan Cendekia Madani (ICM), Serpong, Rabu (16/12). Hadir dalam diskusi ini Ustaz Yusuf Mansyur, Ketua Dewan Pembina ICM Tamsil Linrung.

Shamsi Ali menjelaskan, Islam Fobia mulai merebak saat kejadian 11 September. Pasca kejadian itu gelombang anti Islam mulai marak di Amerika. Masalah ini makin menjadi-jadi setelah aksi teror di Paris, Prancis yang menewaskan ratusan korban jiwa. Sejak penyerangan itu, Islam Fobia makin meningkat di barat.

Shamsi Ali juga menyinggung sikap Donald Trump yang menyerang Islam sangat terkait dengan keinginannya maju di pemilihan presiden Amerika Serikat. Menurutnya ada tradisi di barat setiap Islam disebut maka orang tersebut akan menjadi populer baik trennya positif maupun negatif.

Shamsi menduga sikap ini dimunculkan Donald Trump karena menggunakan Islam untuk menaikkan popularitas. “Ketika Islam disebut maka orang itu (yang menggunakan isu Islam maka akan populer, baik (terkenal) dalam bentuk positif maupun negatif,” ungkap dia.

“Pernyataan Trump tentang ingin menutup masjid-masjid, orang Islam harus punya identitas khusus, hingga melarang Ummat Muslim berkunjung ke Amerika, adalah manuver politiknya untuk mendapat simpati publik Amerika,” tambah Pria asal Kajang, Sulsel ini.

Menurut Shamsi, sejak dulu Donald Trump memang tidak suka dengan Islam, orang Meksiko, orang Arab, Cina, dan lain-lain.

“Donald Trump tidak suka dengan siapa saja, kecuali orang kulit putih,” tukasnya.

Namun sikap memusuhi Islam secara terbuka, kata Shamsi, sudah lama tidak pernah dimunculkan Donald Trump. Sikap itu muncul lagi setelah Donald Trump akan maju sebagai calon presiden. (FMC)

Click to comment
To Top