Terima Surat dari Komnas HAM, MKD: Itu Tidak Relevan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Terima Surat dari Komnas HAM, MKD: Itu Tidak Relevan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komnas HAM mengeluarkan surat terkait perlindungan hukum dan HAM Ketua DPR Setya Novanto atas kasus ‘Papa minta saham’. Namun bagi Mahkamah Kehormatan Dewan (MKD) DPR yang tengah mengusut kasus tersebut, surat komnas HAM itu tidak tepat alias ‘salah kamar’.

“Iya, kami terima surat komnas HAM. Tetapi, itu tidak relevan,” ujar Wakil Ketua MKD DPR Junimart Girsang di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Rabu (16/12).

Menurut dia, tidak ada pelanggaran HAM dalam kasus Papa minta saham yang diusut MKD. “Di sini, MKD hanya memeriksa pelanggaran etika. Jadi, ranahnya bukan di sini,” cetusnya.

Diterimanya surat komnas HAM yang terkesan ingin melindungi Setnov, anggota komisi III DPR itu justru berharap komnas HAM dapat datang dan melihat langsung persidangan MKD. “Bukan kirim surat surat sekonyong-konyong begitu,” ketusnya.

Politikus PDIP itu menegaskan, surat komnas HAM tidak bakal memengaruhi MKD dalam membuat keputusan mengenai sanksi untuk Setnov. “Nggak lah, kami kan bebas aktif independen,” ucapnya.

Mengenai sanksi yang akan menjerat Setnov, dia menuturkan, tidak akan diberikan sanksi ringan kembali. Sebab, Setnov pernah diberi sanksi ringan atas pertemuannya dengan pengusaha asal Amerika Serikat Donald Trump. Dia menambahkan, sanksinya bisa saja berat dengan memberhentikan sementara. “Minimal tiga bulan atau pemberhentian secara permanen,” katanya.

Tetapi, dia melanjutkan, kalau Setnov berpotensi pelanggaran berat maka perlu membentuk tim panel dengan memakan waktu satu bulan plus 60 hari. Hasil panel, nantinya akan dibawa ke rapat paripurna. “Di paripurna akan minta persetujuan, kalo tidak menyetujui ya banci itu putusan. Jadi, kita ambil yang sempurna sajalah,” sambungnya.

Kendati demikian, MKD akan menggelar rapat konsinyering lebih dulu untuk memutuskan hal tersebut. Rapat tersebut akan digelar pukul 13.00 WIB. “Rapat konsinyering ini nanti bersifat tertutup dan pembacaan keputusan baru dilakukan secara terbuka,” pungkasnya. (rka/JPG) 

loading...
Click to comment
To Top