Inspektorat Maros Tidak Berani Usut Pejabat Disdik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Inspektorat Maros Tidak Berani Usut Pejabat Disdik

FAJAR.CO.ID, MAROS  — Pasca ditetapkan bersalah oleh Inspektorat Maros, AW oknum PNS Maros yang ketahuan melakukan pungli sertifikasi, diduga melindungi atasannya di Disdik Maros. Pasalnya, posisinya yang hanya staf biasa disebut tidak mungkin jika hanya bekerja sendiri.

Tokoh pendidikan Maros Ramli Rahim menyebut, potensi pungli yang mencapai Rp180 juta diduga dikerjakan terstruktur dan sistematis. “Dia hanya staf bawah, pungli seperti itu tidak mungkin tidak diketahui oleh atasannya, sehingga dia pasti lindungi. Ada kesan inspektorat tidak berani mengusut hingga pejabat tinggi,” katanya, Kamis (17/11/2015).

Ketua Ikatan Guru Indonesia (IGI) Sulsel itu menjelaskan, sertifikasi saat ini tidak bisa dipotong karena langsung masuk ke rekening guru. Sehingga untuk memotong dana sertifikasi Rp100 ribu dikali 180 guru, perlu kerjasama beberapa oknum. “Itu yang mesti diusut inspektorat,” tegasnya.

Ramli membeberkan, sejak Okotber lalu sudah ada beberapa guru yang melaporkan, dimintai pungutan Rp100 ribu dari dana sertifikasinya. Alasannya, uang itu adalah jatah kepala sekolah. Hal itu senada dengan bocoran salah satu pejabat Disdik Maros yang enggan namanya disebutkan.

“Pungutan seperti ini sudah jadi rahasia umum. Tidak sekali dua kali ada yang mengeluh ke saya sertifikasinya dipotong. Paling sanksi bagi AW hanya diberi pembinaan saja lalu kejadian ini terulang lagi,” beber PNS yang menjabat kepala bidang itu.

Sebelumnya, Kepala Inspektorat Maros Baharuddin memutuskan AW bersalah atas tindakan pungli itu. Namun, sanksinya diserahkan kepada Disdik selaku instansi AW mengabdi. “Dia sudah kami periksa, dan mengaku hanya bekerja sendiri. Sanksinya kami serahkan ke dinas bersangkutan,” jelasnya.

Kadisdik Maros, HA Azhar Paduppa sendiri yakin tidak ada pejabat di SKPD pimpinannya yang bersekongkol melakukan pungli. Namun dirinya berjanji akan mengusut hal itu. Terkait sanksi AW, Azhar mengaku belum menerima surat resmi inspektorat. “Jika sudah ada, kami akan jatuhkan sanski sesuai aturan,” tutupnya. (Haris Syah/FAJARONLINE)

loading...
Click to comment
To Top