Jusuf Kalla: IKAMI Jangan Cepat Puas Menuntut Ilmu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Jusuf Kalla: IKAMI Jangan Cepat Puas Menuntut Ilmu

FAJAR.CO.ID, MAKASSAR–Wakil Presiden HM. Jusuf Kalla berharap kepada mahasiswa yang tergabung dalam Ikatan Kekeluargaan Mahasiswa dan Pelajar Indonesia Sulawesi Selatan (IKAMI) untuk tidak lekas puas menuntut ilmu.

“Dengan bekal ilmu saja tidak cukup, IKAMI harus lebih dari itu, lebih cerdas untuk menghadapi tatangan zaman yang cepat berubah. Sekarang serba teknologi, ilmu pengetahuan cepat berkembang, sehingga mahasiswa selalu dituntut untuk mengikuti kemajuan informasi teknologi. Tanpa itu, kita akan ketinggalan,” kata Kalla dalam pembukaan Musyawarah Nasional IKAMI Sulawesi Selatan ke-17 di Kantor Istana Wakil Presiden, 17 Desember, pukul 10.00 WIB,

Pengarahan oleh Kalla yang juga merupakan Dewan Kehormatan KKSS itu, kerap menyela dengan humor sehingga sedikit-sedikit mahasiswa tergelak mendengar arahan Kalla.

“Mahasiswa jangan pa’babangan na tolo, akan tetapi harus pa’babangan na macca,” katanya disambut tawa hadirin.

Menurut Kalla, kita boleh keras, tegas tapi jangan kasar dan terkesan mengandalkan otot namun juga harus mengandalkan otaknya. Karena itu, pengetahuan saja tidak cukup tetapi juga harus diimbangi dengan usaha lebih keras untuk bersaing dalam dunia  pengetahuan. “Persaingan sekarang bukan bermodalkan badik, akan tetapi pena atau laptop,” katanya melanjutkan.

Untuk itu Kalla mengajak mahasiswa untuk menggunakan pengetahuan sebagai modal untuk berkiprah lebih baik dalam masyarakat. “Kalau belajar asal-asalan lebih baik pulang kampung saja,” ujar Kalla.

Adapun sejarah, menurut Kalla digunakan sebagai cermin untuk lebih baik dalam mengejar ilmu.  Kita, kata Kalla selalu membanggakan masa lalu seperti kebanggaan akan kehebatan perahu pinisi, padahal jauh lebih hebat kalau kita menciptakan yang lebih hebat dari pinisi.

Dalam pada itu, Kalla mengatakan bahwa modal sosial orang Sulawesi Selatan lantaran kuatnya kultur maritim yang dinamis dan cepat beradaptasi dengan kondisi apa pun. Modal itu diharapkan bisa diserap untuk mewujudkan IKAMI menjadi insan-insan yang nasionalis untuk memperkuat keindonesiaan. Kalla tidak setuju mahasiswa berkumpul dengan komunitasnya sendiri. Ia mendorong agar mahasiswa dapat bergaul dengan sesama mahasiswa dari daerah lain untuk memperkukuh kebangsaan dan belajar budaya daerah lainnya. “Kalau kumpul bersama diskusinya mau bikin demo saja. Kalau demo melanggar hukum kita penjarakan,” tegas Kalla.

Ketua Panitia Munas IKAMI Rusdi melaporkan bahwa Munas dikuti oleh 40 cabang IKAMI dari seluruh Indonesia dan berlansung selama dua hari, 18-19 Desember di wisma PHI Cempaka Putih. Rusdi berharap Munas berlangsung tertib dan memilih pengurus yang mau mengabdi.

Akan halnya Wakil Gubernur Sulawesi Selatan Agus Arifin Nu’mang, mewakili gubernur Sulsel mengajak mahasiswa untuk menjaga nama baik sebagaimana predikat yang disandang mahasiswa termasuk menjaga nama baik daerahnya, tempat asal mahasiswa.

Munas dihadiri sekitar 200 mahasiswa selain tampak sejumlah senior IKAMI, antara lain Idrus Marham, Anwar Esfa, Suaib Didu, Burhanuddin Thomme sementara dari jajaran BPP KKSS,  hadir Sekjen BPP KKSS Ibnu Munzir dan Wakil Ketua Umum KKSS Andi Djamaro Dulung serta Wakil Sekjen Husain Abdullah, Mansyur Achmad dan Nur Amin. (FMC)

loading...
Click to comment
To Top