Revisi UU MD3 dan Kocok Ulang Pimpinan DPR – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Politik

Revisi UU MD3 dan Kocok Ulang Pimpinan DPR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota Fraksi PDI Perjuangan, TB Hasanuddin mendorong DPR untuk menggelar kocok ulang pimpinan pasca-lengsernya Setya Novanto. Sebab, komposisi pimpinan DPR saat ini justru mengangkangi akal sehat.

“Saran saya sebaiknya segera kocok ulang sesuai dengan logika sehat dalam berbangsa dan bernegara. DPR harus kembali ke akal sehat,” ujar Hasanuddin di Jakarta, Kamis (17/12).

Ia mengakui bahwa UU MPR, DPR, DPD dan DPRD (MD3) yang berlaku saat ini memang tidak memungkinkan kocok ulang. Namun, Hasanuddin mengatakan, UU MD3 itu merupakan produk hasil rekayasa dari kelicikan pihak-pihak yang merusak logika dan tatanan demokrasi.

“UU MD3 saat ini tidak masuk akal. Ibarat pertandingan lari maraton, juaranya ya siapa yang paling duluan masuk finis, pemenang selanjutnya juga ditentukan siapa yang masuk finis terlebih dulu,” katanya.

Namun, katanya, komposisi pimpinan DPR saat ini justru aneh. “Peserta paling buncit malah dapat juara kedua, sementara pelari yang masuk finis paling duluan malah  tidak dapat medali apapun. Ini benar-benar ironis,” tegasnya.

Ketua DPD PDIP Jawa Barat itu juga mengatakan, kondisi saat ini juga sudah tidak seperti saat awal-awal DPR periode 2014-2019 dilantik. Sebab, PAN sudah tidak lagi bersama Koalisi Merah Putih (KMP). Sedangkan Partai Demokrat juga memiliki posisi yang berbeda.

“PAN sudah mendukung pemerintah, sedangkan PPP dan Golkar pecah jadi dua kubu. Sudah saatnya DPR kembali ke akal sehat. UU MD3 yang lama lebih masuk akal,” cetusnya.

Karenanya Hasanuddin juga mengahrapkan DPR segera merombak UU MD3 yang saat ini berlaku. Salah satunya terkait tentang penentuan posisi pimpinan DPR.

“Agar lebih logis dan lebih waras. Setelah MD3  selesai diamandemen,  segera isi unsur pimpinan dan AKD (alat kelengkapan DPR, red) dengan orang-orang yang lebih kredibel,” harapnya. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top