Meninggal, Kursi CJH Tak Bisa Diwariskan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Makassar

Meninggal, Kursi CJH Tak Bisa Diwariskan

FAJAR.CO.ID, BULUKUMBA— Berbagai upaya untuk memaksimalkan pelayanan haji terus dilakukan Kementerian Agama Republik Indonesia (Kemenag RI). Salah satunya pengaturan keberangkatan calon jemaah haji (CJH) yang masuk dalam daftar tunggu. Kasi Pelaksana Haji dan Umroh Kantor Kemenag Bulukumba, Andi Mapparola menjelaskan, salah satu aturan yang mulai diberlakukan yakni tidak adanya pewarisan kursi CJH yang meninggal dunia. Maksudnya, jatah CJH yang meninggal tidak bisa serahakan kepada ahli waris. “Ini sesuai surat edaran Menteri Agama. Calon jemaah haji yang meninggal dunia akan dikembalikan uang setoran BPIH­nya (Biaya Penyelenggaan Ibadah Haji) kepada ahli waris. Jadi bukan digantikan. Kalau ahli warisnya mau naik haji, daftar ulang dan menunggu giliran seperti yang lain,” jelas Mapparola, sabtu 18 desember. Kebijakan ini diambil lanjut dia, untuk menghindari adanya kecemburuan sosial di antara CJH lainnya yang telah masuk dalam daftar tunggu. Apalagi saat ini, jumlah daftar tunggu CJH untuk Kabupaten Bulukumba telah mencapai 9.600 orang dengan rata­rata 150 pendaftar setiap bulannya.

“Apalagi kita di Bulukumba, lebih dari 70 persen pendaftar berusia di atas 40 tahun,” tambahnya. Selain itu lanjut Mapparola, Kemenag juga membatasi usia pendaftaran haji yakni minimal 12 tahun. Hal ini maksudkan untuk mencegah terjadinya penumpukan jumlah daftar. Karena beberapa warga ingin mendaftarkan pendaftarkan anaknya di usia dini. “Termasuk bagi yang sudah haji, harus minimal 10 tahun setelah keberangkatan terakhir baru bisa mendaftar kembali. Itu pun hanya menjadi cadangan saat jadwal keberangkatannya tiba, kalau tahap belum melunasi BPIH di tahap pertama,” pangkasnya.(mustaqim/FAJARONLINE)

loading...
Click to comment
To Top