Otak Pembegalan Berhasil Diringkus – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Otak Pembegalan Berhasil Diringkus

FAJAR.CO.ID, PEKANBARU – Polsek Bukitraya menangkap Novri Andika Tanjung, Senin (14/12) sekitar pukul 20.30 WIB. Pemuda yang akrap disapa Dika ini diduga merupakan otak pelaku begal yang paling dicari-cari jajaran Polresta Pekanbaru.

Pria 19 tahun ini sempat tiga kali lolos dari sergapan polisi. Namun kali ini, warga Jalan Muhajirin, Perumahan Griya Emas, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan ini tak berkutik. Dika disergap di dalam rumah seorang warga Rawa Bening, Kelurahan Sidomulyo Barat, Kecamatan Tampan.

”Kita mendapat informasi keberadaan tersangka. Saat itu dia sedang berada di sebuah warung,” tutur Kanit Reskrim Polsek Bukitraya Ipda M Abdi.

Kehadiran polisi ternyata diketahui Dika. Selanjutnya dia berusaha kabur. ”Dia kabur masuk ke rumah warga. Lalu membuka plafon dan memanjat loteng. Selanjutnya membuka genteng dan berlari di atas atap,” jelas Abdi.

Tidak ingin targetnya lolos, polisi melakukan pengepungan dan menyisir sekitar lokasi. Sebelumnya, Dika sempat beberapa kali lolos dari sergapan polisi. Di antaranya di Jalan Pandawa, Jondul Baru dan Hotel Palace.

”Tersangka diketahui bersembunyi dalam kamar rumah warga, tepatnya di lantai dua. Dia mengunci pintu kamar. Terpaksa kita membuka paksa jendela kamar dan langsung menangkapnya,” jelas Abdi.

Polisi kemudian melakukan pengembangan guna mencari keberadaan pelaku lain serta barang bukti. ”Kita berhasil mengamankan empat unit sepeda motor hasil aksinya bersama komplotan,” tutur Abdi.

Saat pengembangan, Dika yang tangannya diborgol, mencoba melarikan diri. Melihat gelagat tak baik, polisi terpaksa melepaskan tembakan ke arah Dika. ”Kita tembak kaki kirinya di bagian betis,” jelas Abdi.

Menurut Dika, dia selalu beraksi pada malam hari bersama teman-temannya. ”Malam hari kalau mau bermain. Pengendara motor yang mengendarai kendaraan sendirian jadi incaran. Mereka seukuran kami,” ujar Dika yang mengaku dalam sehari bisa empat kali beraksi.

Dika pernah ditangkap Polresta Pekanbaru. Dia terlibat kasus penyerangan kantor Polresta Pekanbaru dengan cara melempar batu pada tahun 2012. Akibat perbuatannya, dia dihukum penjara selama 8 bulan.

”Sejak bulan Agustus saya bermain. Kalau beraksi selalu bawa senjata tajam (sangkur) untuk mengancam korban. Tapi saya tidak pernah melukai korban. Sudah 28 kali saya main sama Agus (sudah tertangkap), Adit, Alin dan Caca (DPO),” tuturnya.

Akibat perbuatannya, Dika dijerat Pasal 365 KUHP tentang pencurian dengan kekerasan. Dika merupakan hasil pengembangan dari tersangka Agus yang sudah ditangkap oleh tim opsnal Polsek Bukitraya pada akhir November lalu. Dika merupakan orang yang paling dicari empat bulan belakangan.(MXM/ray/jpnn)

Click to comment
To Top