Polisi Jemput Paksa Dua Tersangka Korupsi Bibit Kakao – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Polisi Jemput Paksa Dua Tersangka Korupsi Bibit Kakao

FAJAR.CO.ID, POLMAN — Dua tersangka kasus dugaan korupsi Program Pengadaan Bibit Kakao Sambung Pucuk, berkali­kali mangkir dari panggilan Polres Polewali Mandar (Polman). Polisi pun terpaksa menjemput paksa keduanya, masing­masing Eks Kepala Dinas (Kadis) Perkebunan Sulbar, Supriyatno, dan Direktur CV Fha­Fha Media Sarana Indonesia, Ramli. Apalagi telah berstatus tersangka sejak Senin, 2 November lalu. Mereka pun belum memenuhi panggilan kepolisian. Bahkan, eks Kadis Perkebunan Sulbar, Supriyatno, dijemput hingga di Solo, Jawa Tengah, dan Ramli di Kabupaten Gowa, Sulsel. Kasat Reskrim Polres Polman, Iptu Jeifson Sitorus, menjelaskan Supriyatno dan Ramli, selaku Direktur CV Fha­Fha Media Sarana Indonesia selaku pelaksana lapangan belum memenuhi panggilan polisi. “Keduanya pun dijemput di dua lokasi yang berbeda. Supriyatno dijemput di Solo, Jawa Tengah, dan Ramli di Kabupaten Gowa, Sulsel, jadi setelah dari Gowa itu, diterus Jogja untuk menjemput di Solo,” ungkapnya.

Kasus dugaan korupsi yang menjerat Supriyatno program yang sumber anggaran APBD Provinsi tahun 2014, berdasarkan hasil audit Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Sulbar, ditemukan kerugian negara Rp374 juta. Supriyatno selaku penguna anggaran (PA) tersebut. Sebelumnya Polres Polman telah menahan empat tersangka, tiga pengawai di Dinas Perkebunan Sulbar selaku Panitia Penerima Hasil Pekerjaan (PPHP) yaitu Abdul Aziz, Abdullah, dan Nu’man, dan Hasanuddin selaku pelaksana lapangan. (Ilham Wasi/FAJARONLINE)

loading...
Click to comment
To Top