Amirul – Djeni Singgung Pemekaran Kepton di Mubes HIPPMIB Jakarta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Amirul – Djeni Singgung Pemekaran Kepton di Mubes HIPPMIB Jakarta

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Mahasiswa asal Buton yang mengenyam ilmu pendidikan di Ibu Kota Jakarta kini tengah disibukkan dengan kegiatan Musyawarah Besar (Mubes) Himpunan Pemuda Pelajar Mahasiswa Indonesia Buton (HIPPMIB) Bersatu – Jakarta. Kegiatan yang berlangsung di gedung DPD RI itu dihadiri anggota Komisi II DPR RI Amirul Tamim dan mantan anggota DPR RI Djeni Hasmar.

Kedua tokoh asal Provinsi Kepulauan Buton itu hadir ditengah-tengah proses Mubes itu untuk memberikan masukan-masukan dan pesan serta support kepada puluhan pemuda dan pemudi asal Kepulauan Buton itu. Amirul mengaku bangga dengan rasa solidaritas antar sesama anggota HIPPMIB ini.

“Tadi kita hadiri pembukaan Mubes HIPPMIB Jakarta. Ini suatu fenomena yang menarik bahwa kita bisa melihat mereka yang berstatus sebagai mahasiswa dan pelajar di Jakarta punya rasa solidaritas dirantau dengan membangun kesadaran bersama untuk bagaimana bisa menjadi kader daerah untuk menuntut ilmu di Jakarta dengan segala potensi yang dimiliki,” kata Amirul.

Dengan demikian, Amirul berpendapat HIPPMIB Jakarta perlu difasilitasi dan diberikan motivasi-motivasi agar bisa menjadi generasi yang betul-betul mengenal daerah, bangsa dan bisa mempersiapkan diri sebagai penerus bangsa berdasarkan potensi yang dimiliki. “Mereka perlu didekati dengan baik, juga perlu difasilitasi dengan diberikan motivasi untuk menjadi generasi yang mengenal daerahnya meski tinggal di Jakarta,” tambahnya.

Dalam kesempatan itu juga, Amirul sempat menjelaskan terkait dengan perkembangan proses pembentukan Provinsi Kepulauan Buton. Dihadapan para anggota HIPPMIB Jakarta, Amirul kembali menegaskan bahwa Provinsi Sultra cukup besar bisa mengelola sumber daya alam (SDA) secara maksimal. Olehnya itu, Sultra memang harus dimekarkan menjadi dua wilayah, yakni Provinsi Kepulauan Buton.

“Sultra memiliki dua sisi kewilayahan, daratan dan kepulauan. Sultra juga memiliki potensi sumber daya alam yang cukup besar. Olehnya itu pemikirannya tidak bisa dikelolah oleh 1 provinsi karena rentan kendali wilayah Sultra yang cukup luas, olehnya itu perlu dijadikan 2 provinsi,” papar mantan Walikota Baubau dua periode ini.

Bagaimana dengan kelengkapan berkas yang masih perlu dilengkapi? Menurut Anggota Komisi II DPR RI ini sampai saat ini segala persyaratan sudah hampir terpenuhi. Tinggal beberapa dokumen saja termasuk kajian akademis yang terpenting.

[NEXT-FAJAR]

“Saat ini administrasi sudah lengkap tinggal menunggu dokumen pelengkap seperti kajian akademis. Sebenarnya, kajian akademisnya sudah ada, tapi karena ada perubahan nama dari Buton Raya ke Kepulauan Buton, maka perlu ada kajian akademis terkait dengan perubahan nama itu,” pungkasnya.

Ditempat yang sama Djeni Hasmar menjelaskan pelaksanaan Mubes HIPPMIB Jakarta ini sangat strategis. Dikatakan, para putra putri daerah yang kini tengah mengenyam bangku pendidikan di Jakarta tentu juga memiliki satu tujuan yang sama terkait dengan mewujudkan pembentukan Provinsi Kepton.

“Mubes ini sangat strategis karena kebetulan dalam tahap pembahasan Kepton supaya bisa melahirkan 1 tujuan tentang dukungan Kepton. Maka generasi inilah yang juga akan menjadi bagian dalam proses pembentukan Kepton nantinya,” pungkas Djeni.

Menurut Djeni, jika seluruh kelengkapan yang menjadi syarat pembentukan Provinsi Kepton suda terpenuhi, maka sudah tidak ada alasan lagi yang bisa menjadi kendala untuk menunda terbentuknya provinsi yang diidam-idamkan ini. “Calon propinsi ini kan sudah 9 tahun sejak saya masih menjadi anggota DPR RI dulu. Dan sekarang untuk cakupan wilayah in sudah mencukupi. Meski ada kebijakan dengan melalui Keppres bahwa harus menjadi daerah persiapan selama tiga tahun, saya optimis Provinsi Kepton bisa melalui itu dan menjadi daerah otonom baru,” katanya penuh optimis. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top