RJ Lino Sebabkan Kerugian Negara Rp 85 Miliar Lebih – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

RJ Lino Sebabkan Kerugian Negara Rp 85 Miliar Lebih

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Direktur Utama PT Pelindo II RJ Lino (RJL) telah berstatus tersangka atas tudingan korupsi pengadaan  mobile quay container crane (QCC) tahun anggaran 2010.

Penuturan anggota Komisi V DPR dari Fraksi Gerinda, Moh. Nizar Zahro nilai kerugian ditemukan Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) saat melakukan pemeriksaan dengan tujuan tertentu (PDTT) oleh tahun 2013 terhadap di Pelindo II.

Kerugian dari pengadaan 2 unit QCC untuk pelabuhan di Palembang dan Pontianak sebesar USD 10,120 juta. Lalu, pengadaan 14 unit country lifting crane sebesar US$ 27 juta dan Rp 1,5 miliar, yang kemudian diubah melalui adendum perjanjian, menjadi USD 29 juta dan Rp1,6 miliar.

Selanjutnya, pengadaan 3 unit QCC twinlift dengan anggaran sebesar USD 777.777 dan pengadaan 10 unit mobile crane lainnya tidak sesuai dengan ketentuan.

“Kami sudah prediksi bahwa kasus pengadaan 3  QCC ini sangat berpotensi adanya tersangka karena menyebabkan kerugian negara  sebesar kurang lebih Rp 85 miliar lebih,” kata Nizar kepada JPNN (Fajar.co.id Group), Jumat (18/12) malam.

Karenanya, anak buah Prabowo Subianto itu meyakini dengan menetapkan RJ Lino tersangka, KPK sudah mempunyai dua alat bukti. Sekaligus, proses hukum di KPK juga menunjukkan 7 rekomendasi yang di sampaikan Pansus Pelindo di paripurna DPR.

“Ini juga sudah sesuai dari dukungan dokumen-dokumen yang dimiliki Pansus,” pungkas politikus asal Madura itu. (fat/jpg)

loading...
Click to comment
To Top