Sarat Pelanggaran, Panwas Enggan Tandatangani Hasil Pleno Pilkada Muna – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Sarat Pelanggaran, Panwas Enggan Tandatangani Hasil Pleno Pilkada Muna

FAJAR.CO.ID, RAHA – Pelaksaan pemilihan umum kepala daerah Kabupaten Muna, memang sudah berakhir melalui rapat Pleno Rekapitulasi Suara yang dilakukan Komisi Pemilihan Umum Daerah (KPUD) Muna pada Sabtu (19/12) dinihari. Namun demikian, pesta demokrasi yang menghabiskan anggaran puluhan miliar itu masih menyisahkan segudang masalah.

Ada banyak dugaan pelanggaran pilkada yang kini tengah ditangani oleh Panwaslu Muna dan Gakumdu. Mulai dari ditemukannya formulir C7 ( daftar hadir) yang tidak ada dalam kotak suara di dua TPS yaitu TPS 2 Desa Oempu Kecamatan Tongkuno dan di TPS 2  Raha.

Dugaan pelanggaran lain, kunci kunci kotak suara hilang entah dimana hingga saat perhitungan hasil rekapitulasi di KPUD Muna harus digurinda untuk membuka kotak suara tersebut.  Kemudian ada dugaan selisih DPTB2 di Kelurahan Laiworu, Kecamatan  Bata Laiworu. Disini ditemukan  jumlah DPTB2 lebih rendah dari jumlah pemilih. Ada selisih 33 suara antara. DPTB2  dengan DPT dan pengguna hak pilih.

Dugaan-dugaan pelanggaran itu pun sudah direspon oleh Panwas Kabupaten Muna. Sejauh ini, pihak Panwas pun mengakui bahwa seluruh laporan-laporan tersebut kini tengah diproses sesuai dengan aturan yang berlaku.

“Terlalu signifikan jumlah DPTB2 yang kita temukan yaitu 3.949. Angka ini sungguh fantastis. Semua ini berkaitan dengan terbitan SKKT (surat  keterangan  tempat tinggal), yang dikeluarkan  oleh desa dan camat. Namun paling penting dari semua pelanggran ini. Panwaslu Muna telah membuat rekomendasi terkait hal ini,” jelas Rustam anggota Panwas Muna, Sabtu (19/12) dini hari di KPUD Muna.

[baca juga : Selisih 33 Suara, Dokter Pilihanku Kalahkan Rumah Kita]

Sementara itu ditempat terpisah Ketua Panwaslu Muna Mahiludin membenarkan adanya laporan-laporan dugaan pelanggaran tersebut. Bahkan, Panwaslu Muna menilai KPUD Muna telah melakukan pelanggaran terhadap PKPU No 2 tentang tahapan Pilkada. Atas sikap tersebut, Panwaslu Muna bersikeras tidak akan menandatangani berita acara Pleno KPUD Muna tentang hasil rekapitulasi tersebut.

“Meskipun kita sudah tahu apa yang dilakukan KPUD Muna, melanggar PKPU No 2, namun kita tetap berkonsulatasi akan hal ini ke Bawaslu Provinsi Sultra,” pungkas Ketua Panwaslu Muna Mahiludin di kantor Bawaslu Prov Sultra Sabtu (19/12).

Seperti diketahui, hasil Pleno KPUD Muna menetapkan pasangan nomor urut 3 dr. LM Baharuddin – La Pili (Dokter Pilihanku) sebagai pemenang dengan perolehan suara 47.467 dan pasaing terdekatnya pasangan nomor urut 1 Rusman Emba – Malik Ditu memperoleh 47.434. Sementara itu pasangan nomor urut 2 Arwaha Ady Saputra – La Ode Samuna hanya memperoleh 5.408 suara. (BKK/hrm)

loading...
Click to comment
To Top