JK Dinilai tak Paham Hakekat Reformasi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

JK Dinilai tak Paham Hakekat Reformasi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Investor lama dan baru silahkan masuk dan bertahan di Indonesia, dengan catatan memberikan maslahat kepada masyarakat, bukan menguras kekayaan bangsa.

Demikian disampaikan Direktur Centre For Budget Analysis (CBA), Uchok Sky Khadafi saat dihubungi redaksi, Minggu (20/12).

Soal pernyataan Wakil Presiden M. Jusuf Kalla yang seakan-akan memberikan sinyal akan memperpanjang kontrak PT. Freeport Indonesia, Uchok sangat menyayangkannya.

Ia juga menyebutkan bahwa JK tidak mengerti hakekat dan amanah reformasi, yaitu anti KKN. “Pak JK ini tidak peka reformasi. Semua orang sudah tahu bahwa Freeport tidak menguntungkan kepada kita. Negara hanya dapat 9 persen dari Freeport, lalu kenapa harus diperpanjang?” ujar Uchok.

Menurutnya, kalau JK benar-benar ingin memperpanjang Freeport tanpa memperbaharui kontrak yang ada, pengusaha yang juga politisi gaek Partai Golkar itu bisa disebut sebagai pro asing. “Dan kalau itu terjadi, Pak JK tidak punya kepedulian terhadap bangsa dan rakyat,” tukas Uchok.

Pada 9 Desember lalu, Wapres JK mengindikasikan persetujuan Pemerintah untuk tetap memperpanjang kontrak perusahaan asal Amerika Serikat tersebut. Kata JK, Pemerintah selalu menginginkan adanya peningkatan investasi langsung dari asing. Apalagi selama ini, Presiden Joko Widodo dan para menteri sengaja datang ke luar negeri untuk mengundang para investor asing untuk menanamkan modalnya di Indonesia.

“Kalau undang investasi dari luar, tentu investasi yang sudah ada kita jaga kelangsungannya. Kalau tidak dijaga, bagaimana bisa undang investasi lain?” terang JK.(rus/rmol)

Click to comment
To Top